Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Kecilkan Lemak Perut, Ini Anjuran Dokter

Ahad 27 Sep 2015 17:07 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Untuk mengecilkan lemak di perut olahraga adalah jawabannya, lakukan secara rutin dan caranya juga tidak selalu harus ke gym. Sembari merawat tanaman di kebun, olahraga bisa dilakukan.

Untuk mengecilkan lemak di perut olahraga adalah jawabannya, lakukan secara rutin dan caranya juga tidak selalu harus ke gym. Sembari merawat tanaman di kebun, olahraga bisa dilakukan.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, Untuk mengatasi gangguan otot dan gangguan lemak yang menyebabkan gangguan pankreas, sebenarnya bisa diatasi dengan olahraga yang benar. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr dr Aris Wibudi, SpPD, KEMD, CHT, ABAARM dipl.

Tapi mengapa lemak tidak berkurang meskipun sudah olahraga? Menurut dokter Aris, ini karena kesalahan di program, olahraga pagi sebelum makan sebabkan Anda lapar. Akibat tidak makan, setelah olahraga yang dimakan nasi uduk, lontong sayur, bubur ayam. Makanan komposisi utama karbohidrat, akan menaikkan kadar gula dalam tubuh. Itu yang harus dihindari.

Ia tidak menyarankan olahraga sebelum makan pagi, kalau punya tujuan mengecilkan perut. Tapi ia juga mengingatkan Anda untuk tidak langsung olahraga setelah makan. “Sehabis makan konsentrasi di usus. Kalau perut penuh kemudian aktivitas fisik, muntah, karena badan tidak mau menerima,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Karena itu, ia merekomendasikan agar Anda olahraga paling cepat satu jam setelah makan kalau makan tidak kenyang. Kalau makan kenyang dan berlemak dua atau tiga jam setelah makan baru olahraga.

Tapi yang terbaik olahraga pukul 16.00 hingga 17.00. Sebab di jam tersebut, sudah tidak ada makanan di perut, hampir sebagian pindah ke usus, jadi lebih enak untuk beraktivitas. Karena itu, berangkat dan pulang kerja pakai sepeda, karena dengan sepeda di jalan semua otot gerak, bukan sepeda statis.

“Olahraga yang waktunya tidak tepat akan merusak, bukan bagus malah merusak. Olahraga yang tidak tepat, tidak terlatih akan merusak dan berakibat fatal hingga kematian,” ujarnya.

Bagaimana dengan olahraga seminggu sekali? Seminggu sekali olahraga saat akhir pekan bahkan berakibat kematian, sesuatu yang tidak dilatih dengan baik akan merusak.

Olahraga yang tujuannya untuk kesehatan, untuk mengecilkan perut, minimal dilakukan lima kali seminggu. Durasi tidak boleh kurang 30 menit, tidak boleh lebih 45 menit. Yang mana yang tidak boleh kurang dari 30 menit dan lebih dari 45 menit? Yaitu berapa lama kita pertahankan denyut nadi yang kita harapkan, denyut nadi maksimum. Denyut nasi yang harus dicapai 220 dikurangi umur Anda lalu dikurangi 0,65 sampai 0,7.

Olahraga harus ada aturannya jika tujuannya memperkecil massa perut dan memperbesar massa otot. “Bisa terjadi kalau denyut nadi segitu, kalau denyut nadi di atas hitungan tadi, yang dipakai karbohidrat bukan lemak. Untuk membakar lemak, harus slow, kalau kurang dari itu tidak bermanfaat,” ujarnya.

Bagaimana dengan sit up? Menurutnya sit up tidak mengecilkan perut, sit up membuat otot dinding perut kecil, tapi dalamnya lemaknya tetap banyak.

Untuk orang yang tidak terbiasa olahraga, cobalah untuk mulai dengan olahraga yang Anda bisa. Olahraga itu tidak ada yang instan. Dan sesuatu yang sulit jangan buat malas melakukannya. “Otot dan lemak harus seimbang, lemak perut sekecil mungkin, massa otot sebagus mungkin,”
tambahnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA