Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Tidur Kurang dari Enam Jam Sehari Tingkatkan Risiko Kematian

Selasa 18 Agu 2015 10:45 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Tidur/ilustrasi

Tidur/ilustrasi

Foto: Wihdan Hidayat/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, Fakta menunjukkan lebih dari sepertiga populasi tidur kurang dari enam jam di malam hari. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kematian lebih awal sekitar 12 persen. Kurang tidur dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan termasuk diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

“Kurang tidur dapat mengembangkan masalah,” ujar Lisa, dari British Sleep Council, seperti dilansir dari laman Independent, Selasa (12/8).

Lisa mengatakan pertama, orang tidak meletakkan tidur sebagai hal yang cukup penting. Begitu juga dengan manfaat kesehatan dari istirahat yang baik. Keduanya tidak dianggap penting. 

Dia menambahkan tidak seperti diet, tidur adalah kebiasaan yang sulit untuk diatur dan banyak faktor yang memengaruhinya. Seperti memiliki anak kecil, masalah kesehatan, dan faktor lingkungan. Semuanya dapat mengganggu pola tidur.

Menurutnya, tidak tidur melepaskan hormon yang meningkatkan kadar stres dan pada gilirannya mempercepat kecepatan jantung. Serta meningkatkan tekanan darah sehingga memicu berbagai masalah kesehatan.

Penelitian membuktikan bahwa secara rutin mendapatkan tidur malam kurang dari enam jam dapat berdampak pada perhatian, konsentrasi dan memori, dan juga terkait dengan penyakit alzheimer.

Sekarang, Public Health England mendorong orang untuk tidur lebih dalam kampanye pemerintah untuk membantu orang hidup dengan gaya hidup lebih sehat. Berfokus pada orang setengah baya, kampanye baru akan meminta orang untuk membuat tujuh perubahan gaya hidup termasuk berhenti merokok, kurangi minum, berolahraga lebih dan meningkatkan tidur.

Public Health England mengeluarkan pernyataan bahwa menurunnya waktu tidur dapat dikelola secara aktif atau dicegah. Adalah sebuah mitos bahwa orang yang lebih tua membutuhkan lebih sedikit tidur. Kebutuhan masyarakat paruh baya untuk tidur sama dengan usia produktif, bahkan jika mereka tidak masuk ke dalam salah satu blok besar seperti orang berusia 20-an dan 30-an. 

Penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh para ilmuwan di Surrey University menemukan bahwa lebih dari 700 gen tubuh itu berubah ketika seseorang secara rutin tidur malam kurang dari enam. Ini bisa menjelaskan mengapa kurang tidur ini terhubung ke berbagai masalah kesehatan.

Penelitian lebih lanjut yang diterbitkan dalam jurnal European Journal of Preventive Cardiology pada 2013 mengungkapkan bagaimana tujuh jam atau lebih tidur malam membantu meningkatkan gaya hidup sehat.

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA