Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Sering Lelah? Ubah Kebiasaan Tidur Anda

Jumat 10 Jul 2015 22:02 WIB

Rep: MGROL44/ Red: Winda Destiana Putri

Tidur yang cukup (Ilustrasi)

Tidur yang cukup (Ilustrasi)

Foto: Chron

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang memiliki begitu banyak tuntutan pada pekerjaan, keluarga, tugas dan jarang menemukan waktu bersantai. Untuk menyesuaikan segala sesuatunya, Anda sering mengorbankan waktu tidur.

Seperti dilansir oleh Chron pada Jumat (10/7), tidur dapat memengaruhi kesehatan, baik mental maupun fisik. Ini penting untuk kesejahteraan Anda.

Tentu saja, tidur membantu Anda merasa lebih segar dan segar setiap hari. Tapi saat Anda sedang tidur, otak dan tubuh tidak semuanya istirahat. Organ internal tetap bekerja keras sepanjang malam.

"Waktu kita tidur semua aspek tubuh tetap bekerja dan berfungsi sebagaimana mestinya yaitu kerja molekul, keseimbangan energi, serta fungsi intelektual, dan suasana hati," kata Dr Merrill Mitler, seorang ahli tidur dan neuroscientist di National Institutes of Health.

Ketika Anda lelah, tubuh akan merasa tidak enak dan tidak terkendali. Tidur membantu Anda berpikir lebih jernih, memiliki refleks cepat dan fokus yang lebih baik.

"Faktanya adalah, ketika kita melihat orang-orang yang cukup istirahat, mereka lebih bertenaga dibanding orang yang hanya tidur satu atau dua jam setiap malam," kata Mitler.

Dikatakan lebih lanjut, tidur juga dapat memengaruhi setiap jaringan dalam tubuh. "Ini memengaruhi pertumbuhan dan hormon stres, sistem kekebalan tubuh, nafsu makan, pernafasan, tekanan darah dan kesehatan jantung."

Penelitian menunjukkan kurang tidur meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung dan infeksi. Sepanjang malam, detak jantung, napas dan tekanan darah naik turun, sebuah proses yang mungkin penting bagi kesehatan kardiovaskular.

Tubuh Anda melepaskan hormon selama tidur yang membantu memperbaiki sel-sel dan mengontrol energi dalam tubuh. Perubahan hormon ini dapat memengaruhi berat badan.

"Penelitian menunjukkan kurang tidur dapat menimbulkan penyakit diabetes," tambah Mitler.

Meskipun kebutuhan pribadi bervariasi, rata-rata, orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam tidur per malam. Bayi biasanya tidur sekitar 16 jam sehari. Dan anak-anak membutuhkan setidaknya 10 jam tidur, sedangkan remaja membutuhkan setidaknya sembilan jam tidur.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA