Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Penelitian: Jomblo Bisa Bahayakan Kesehatan

Senin 22 Jun 2015 09:52 WIB

Rep: MG ROL 40/ Red: Hazliansyah

Jomblo (ilustrasi)

Jomblo (ilustrasi)

Foto: catchsmile.com

REPUBLIKA.CO.ID, -- Anda masih jomblo? Sebaiknya anda terus berusaha mencari pasangan.

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan, bahwa terlalu lama menjomblo dapat membahayakan kesehatan.

Dilansir dari WebMD, Senin (22/6), menurut sebuah studi yang dilakukan oleh George Ploubidis bersama dengan rekan-rekannya, pria maupun wanita yang hidup sendiri tanpa pasangan justru memiliki kondisi kesehatan yang memburuk seiring semakin menuanya usia. 

Bahkan penyakit seperti jantung maupun gangguan pernapasan akan sering dialami oleh mereka yang memilih untuk menjomblo. 

Hal ini juga berlaku buat kamu yang sudah memiliki pasangan, namun karena berbagai satu dan lain hal, akhirnya mesti kandas di tengah jalan. Bahkan dibandingkan wanita, tingkat persentase gangguan kesehatan ini lebih tinggi dialami oleh pria.

Penelitian ini sendiri dilakukan dengan meneliti lebih dari 10.000 responden dari Skotlandia dan Wales yang lahir pada musim semi tahun 1958. Para responden juga meneliti status hubungan para responden ketika mereka berumur 23, 33, 42, dan 46, serta mendatangi rumah mereka masing-masing untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mereka.

Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa memiliki pasangan bisa memotivasi seseorang untuk menjalankan pola hidup sehat. Contohnya, jika mereka jarang berolahraga atau terlalu banyak makan makanan berlemak, pasangan bisa mengingatnya untuk tidak mengonsumsinya secara berlebih. 

Selain itu, memiliki pasangan juga berarti seseorang memiliki teman yang akan setiap saat memberikan dukungan bahkan secara emosional terutama saat anda sedang melalui masa-masa yang berat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA