Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Strategi Menghadapi Penggencet di Sekolah (2-Habis)

Sabtu 18 Apr 2015 10:44 WIB

Red: Indira Rezkisari

Menggencet anak lain sebenarnya merupakan fase dalam kehidupan anak, namun tetap perhatikan serius agar anak tumbuh dengan tidak jadi penggencet bagi anak lain.

Menggencet anak lain sebenarnya merupakan fase dalam kehidupan anak, namun tetap perhatikan serius agar anak tumbuh dengan tidak jadi penggencet bagi anak lain.

Foto: stanfield

REPUBLIKA.CO.ID, Pada akhirnya, membantu anak menghadapi si penggencet kembali kepada Anda. Cermati pertanda bahwa ada sesuatu yang sedang mengganggu anak, dan dengan lembut doronglah dia untuk menceritakan masalahnya dengan anak kepada Anda. Lalu bersiaplah untuk mengambil langkah yang tepat, seperti dikutip dari www.parentsindonesia.com.

Lakukan bahasa tubuh yang positif

Di usia 3 tahun, anak Anda sudah siap untuk belajar trik yang akan membuatnya tidak terlalu menjadi sasaran. “Katakan kepada anak untuk berlatih melihat warna mata temannya dan melakukan hal yang sama saat dia bicara kepada anak yang mengganggunya,” tutur Michele Borba, EdD, penasihat Parents dan penulis The Big Book of Parenting Solutions.

Ini akan memaksanya tetap menegakkan kepala agar dia terlihat lebih percaya diri. Juga latihlah membuat wajah sedih, berani, dan gembira, serta katakan kepadanya untuk mengganti wajahnya menjadi “berani” saat dia sedang diganggu. “Bagaimana Anda terlihat saat diganggu seorang penggenget lebih penting daripada apa yang dikatakan,” ujar Dr. Borba.

Berlatih skrip

Lakukan gladi resik akan cara benar untuk merespons anak yang sulit dihadapi (Anda mungkin ingin menggunakan boneka binatang sebagai penggantinya) agar anak Anda akan merasa lebih siap. Ajarkan dia bicara dalam nada yang tegas dan kuat–merengek atau menangis hanya akan semakin mendorong si penggencet.

Sarankan dia untuk berkata sesuatu seperti, “Stop mengganggu aku!” atau “Aku tidak mau main sama kamu kalau kamu jahat.” Dia juga bisa mencoba, “Yah, terserah deh”, lalu meninggalkan si penggencet. “Kuncinya adalah balasannya jangan berupa hal yang meremehkan, karena itu semakin membuat penggencet semakin agresif,” ujar Dr. Borba.

Erin Farrell Talbot dari New York, menyiapkan putranya yang berusia 3 tahun, Liam, tentang bagaimana mengatasi dua orang anak lelaki agresif di tempat penitipan anak. “Kami bicara tentang bagaimana jika salah satu dari mereka merebut mainannya, dia harus berkata, ’Jangan, stop! Aku sedang memainkannya!’ dalam suara besar,” ujarnya. “Mereka segera berhenti. Aku bangga karena dia belajar cara membela dirinya sendiri!”

Memuji kemajuan

Saat anak Anda berkata bahwa dia menyingkirkan si penggencet, biarkan dia tahu bahwa Anda bangga. Jika Anda menyaksikan anak lain membela diri dari si penggencet di taman, tunjukkan kepada anak agar dia bisa meniru cara tersebut.

Di luar semua itu, tekankan pemikiran yang juga telah dikatakan ibu Anda kepada Anda saat masih anak-anak: Jika anak Anda menunjukkan bahwa dia tidak bisa diganggu, si penggencet biasanya akan berlalu.













BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA