Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Penginapan Ala Airbnb Ganggu Industri Hotel Australia

Selasa 17 Mar 2015 16:42 WIB

Red: Indira Rezkisari

Airbnb

Airbnb

Foto: .

REPUBLIKA.CO.ID, Airbnb memungkinkan wisatawan untuk tinggal di berbagai akomodasi, mulai dari karavan hingga istana di seluruh dunia. Namun, kompetitor mereka di industri hotel mengatakan, cara ini tak aman dan buruk bagi perekonomian.

Airbnb adalah situs yang menghubungkan orang-orang yang memiliki kamar atau rumah dengan para wisatawan. Hal ini memungkinkan orang untuk menyewa akomodasi beragam, contohnya karavan hingga istana dan segala sesuatu di antaranya. Selama enam tahun terakhir, Airbnb telah menjadi pemain serius di pasar akomodasi, dengan lebih dari satu juta properti terdaftar di seluruh dunia sekitar 30 ribu di antaranya berada di Sydney.

Airbnb telah berkembang pesat, dengan jumlah wisatawan yang menggunakan layanan ini mencapai dua kali lipat dari tahun ke tahun. Menurut sebuah artikel di harian ‘The New York Times’, perusahaan ini diperkirakan bernilai 13 miliar dolar (atau sekitar Rp 130 triliun) atau lebih besar dari grup Hotel Hyatt. Jika ini adalah masa depan industri perjalanan-dan tampaknya seperti itu-apa yang akan menjadi dampak negatifnya?

Ian Haines adalah pemilik kamar Airbnb di kota pelabuhan Albany, Australia Barat. Ia semi-pensiunan dan, dengan istrinya, memutuskan untuk menjalankan salah satu lantai di rumah mereka sebagai ‘Bed and Breakfast’ atau hostel mini melalui situs Airbnb, empat bulan yang lalu. Ian senang dengan hasilnya.

"Kami memiliki lebih dari 20 pemesanan yang berbeda, dan benar-benar cukup memenuhi target dengan tingkat okupansi sekitar 60 persen," katanya.

Ian berkonsultasi dengan tetangganya dan memastikan usaha barunya itu legal, bertemu dengan dewan lokal untuk mendapatkan persetujuan yang relevan dalam hal perencanaan, pengelolaan gedung dan kesehatan lingkungan, yang ia sebut mengambil waktu empat bulan. "Saya yakin ada banyak orang yang hanya membuka rumah mereka dan menyewakan ruangan. Saya tidak melakukannya dengan cara itu," tuturnya.

Meskipun Airbnb memiliki pedoman dan standar di situsnya, ini sama sekali tak mengikat. "Salah satu hal yang harus benar-benar anda pikirkan adalah bahwa Anda punya orang asing di rumah," ujar Ian mencoba memperingatkan. Orang-orang asing itu juga bisa membuat tetangga Anda sangat tidak senang.

Pada tahun 2014, ketegangan antartetangga pernah timbul dari layanan situs seperti Airbnb di dalam satu gedung apartemen di Sydney. Pengacara kota Sydney mengirim surat 'penggunaan tempat secara ilegal' kepada para pemilik apartemen di gedung Bridgeport dekat Circular Quay, yang membiarkan apartemen mereka disewa untuk jangka waktu pendek.

Dalam sebuah artikel di media ‘Domain’, tetangga yang tidak puas mengklaim bahwa bangunan itu lebih terasa seperti sebuah hotel ketimbang gedung apartemen, dengan lebih dari 50, dari total 163 unit, yang disewakan beberapa malam.

Meski demikian, Ian mengatakan, tetangganya justru merasa sangat tertarik dan reaksi mereka selama ini baik-baik saja. Tapi pada akhirnya, tren ini bisnis mempengaruhi bisnis lokal.

"Saya pertama kali ingin memulai ini di Albany 10 bulan yang lalu. Sejak saat itu, jumlah kamar di Airbnb telah lebih dari dua kali lipat sehingga tak ada keraguan bahwa Airbnb akan berdampak pada hotel, motel, guest house besar dan taman karavan," ungkapnya.

Salah satu kritik terhadap Airbnb adalah bahwa situs ini berfungsi sebagai pasar gelap, dengan para penyewa kamar menghindari pajak karena tidak menyatakan pendapatan mereka. Sementara itu, Ian menuturkan, dirinya membayar pajak penghasilan melalui bisnis ‘bed-and-breakfast’ yang dikelolanya.

"Dengan Airbnb, Anda tak menerima uang dari orang yang menyewa kamar; itu dibayarkan ke Airbnb ketika mereka memesan. Anda mendapatkan uangnya ketika mereka benar-benar tiba, sehingga dapat dilacak. Saya pikir karena meningkatnya popularitas Airbnb, mungkin ini juga menarik minat Kantor Pajak Australia dalam satu atau dua tahun," jelasnya.

Perusahaan ini telah mengundang perhatian dari pemerintah di seluruh dunia. Paris adalah tujuan nomor satu bagi pengguna Airbnb dan setelah adanya keluhan dari industri hotel, baru-baru ini, Airbnb mulai mengumpulkan 'pajak penginapan' atas nama pemerintah Perancis.


sumber : http://australiaplus.com/indonesian/2015-03-17/layanan-airbnb-berdampak-pada-industri-hotel-di-australia/1426123
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA