Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Psikolog : Habiskan Akhir Pekan dengan Cara Bermakna

Sabtu 07 Mar 2015 12:21 WIB

Rep: C22/ Red: Indira Rezkisari

  Meski hujan, banyak warga yang mengisi waktu libur dengan berwisata ke kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (19/2).  (foto : MgROL_34)

Meski hujan, banyak warga yang mengisi waktu libur dengan berwisata ke kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (19/2). (foto : MgROL_34)

REPUBLIKA.CO.ID, Meski berstatus warga metropolitan, liburan tidak harus dihabiskan di mal. Banyak tempat liburan yang juga menyenangkan.

Jakarta merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia. Kota ini menjadi tempat tujuan banyak orang untuk berlibur atau mengadu nasib. Kota besar yang hampir tidak pernah tidur ini memiliki banyak tempat untuk berlibur, dari tempat liburan yang mahal hingga yang murah, bahkan gratis. Misalnya saja, mal, hotel, taman bermain seperti Dufan, Ancol, museum, kebun binatang, taman kota dan masih banyak lagi.

Menurut pendapat seorang psikolog anak, remaja, dan keluarga, Roslina Verauli, M. Psi, liburan pada dasarnya merupakan kesempatan orang untuk bersantai dari aktivitasnya sehari-hari. Liburan bagi anak merupakan kesempatan anak untuk bebas dari urusan sekolahnya dan bersantai sepajang waktu. Sedangkan liburan bagi orang dewasa atau orang tua merupakan kesempatan bersantai dari tugas pekerjaan di kantornya, yang mungkin saja membuat mereka menjadi penat.

Pada intinya liburan merupakan kesempatan untuk diisi dengan hal-hal yang menyenangkan bagi setiap individu. Dan juga memberikan kesempatan bagi individu itu untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat. Liburan harus mengacu pada tiga hal, yakni menyenangkan, kesempatan yang dirasa bermakna, dan bermanfaat. Untuk menghabiskan waktu liburan bisa dilakukan di mana saja.

Psikolog Roslina Verauli atau yang biasa disapa Vera ini mengatakan kebutuhan liburan setiap individu berbeda-beda. Misalnya saja dalam satu keluarga memiliki tiga orang anak, anak pertama mempunyai hobi bermain bola, maka dia akan menjalani hobinya itu sebagai liburan yang menyenangkan bagi dia. Anak kedua yang mempunyai hobi bersepeda, tentu akan melakukan kegiatan itu sebagai liburannya. Begitu juga pada anak ketiga yang senang mengumpulkan jenis daun-daunan dan kupu-kupu, dia akan mengumpulkan dau-daunan dan kupu-kupu sebagai pengisi waktu liburannya.

Dia menambahkan agar waktu liburan tidak sia-sia, biasanya orang tua mempunyai tujuan liburan yang tentu saja harus menyenangkan, bermakna, dan bermanfaat bagi anggota keluarganya. Orang tua harus mempunyai renacana dalam menghabiskan waktu liburan mereka. Misalnya saja, pada minggu pertama mereka menghabiskan waktu liburan di rumah. Mereka ingin menjadikan momen liburan ini sebagai kesempatan untuk kumpul bersama dan mengakrabkan diri. Kegiatan itu bisa mereka isi dengan memasak bersama, bersepeda, atau piknik.

Pilihan liburan selain ke tempat-tempat mahal, bisa juga dilakukan di museum, kebun binatang, kantor pos, Monas, belajar tentang pasar tradisional, atau taman publik. Selain murah, tempat-tempat itu bisa juga mengedukasi diri anak-anak. Sehingga mereka mempunyai pengetahuan tambahan di luar sekolah.

Vera mengatakan kalau pun anak-anak lebih memilih untuk pergi ke mal, hal itu bukan masalah karena semua orang mempunyai pilihan. "Orang tua harus memberikan pilihan liburan yang fun, bermakna, dan memberi keuntungan. Beri kesempatan anak-anak untuk mengembangkan diri," ucap dia, Sabtu (7/3).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA