Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Tahun Baru Imlek

Dianggap Lambangkan Kemiskinan, Bubur Pantang Disajikan Saat Imlek

Kamis 19 Feb 2015 14:41 WIB

Rep: C04/ Red: Winda Destiana Putri

Bubur (Ilustrasi)

Bubur (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PETAK SEMBILAN -- Seperti perayaan hari besar lainnya yang dilengkapi makanan khas. Hari Raya Imlek atau Sintjia alias Tahun Baru Cina juga demikian.

Dalam perayaan etnis Cina ini, terdapat 11 makanan khas yang mengiringi.

1. Mie sebagai simbol umur panjang.
2. Kue lapis legit sebagai lambang rejeki yang berlapis.
3. Kue keranjang, maho, dan kue mangkok, ketiganya disajikan bersamaan sebagai simbol manisnya kehidupan.
4. Kolangkaling sebagai harapan berpikir jernih.
5. Agar-agar yang umumnya dicetak dalam bentuk bintang sebagai lambang kehidupan yang bersinar.
6. Kuaci atau kacang sebagai simbol keturunan yang banyak.
7. Ayam atau Bebek utuh sebagai lambang budi luhur budaya Cina.
8. Ikan yang dalam basasa Cina disebut Yu mengartikan berlebih alias surplus. Umumnya menyediakan ikan bandeng.
9. Jeruk mandarin besar sebagai lambang kekayaan dan jeruk kecil melambangkan keberuntungan.
10. Tiram dan tripang sebagai simbol bisnis yang baik.
11. Lobak yang dalam bahasa Cina disebut Cai Tou, artinya good luck, alias keberuntungan di tahun yang akan datang.

Selain itu, menurut pakar kuliner Aji Chen Bromokusumo, ada satu makanan yang pantang disajikan saat Imlek, yaitu bubur. Masyarakat tradisional Cina percaya bahwa bubur adalah makanan orang miskin, sehingga bubur dianggap melambangkan kemiskinan atau kesusahan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA