Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Ini Risiko Jika Terlalu Banyak Tidur (1)

Selasa 17 Feb 2015 04:13 WIB

Rep: C09/ Red: Erik Purnama Putra

Beberapa orang tidur nyenyak di pasir pinggir pantai.

Beberapa orang tidur nyenyak di pasir pinggir pantai.

Foto: AP Photo/Wong Maye-E

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski sulit untuk menentukan berapa jam yang diperlukan orang dewasa untuk tidur, kebanyakan orang dewasa membutuhkan antara tujuh sampai sembilan jam tidur malam untuk mendapat kondisi tubuh terbaik di keesokan paginya. Tidur cukup disinyalir dapat menghindari kita dari masalah kesehatan.
 
Sedangkan tidur berlebihan, lebih dari sembilan jam sehari, mampu meningkatkan risiko buruk bagi kesehatan. Dilansir dari Huffington Post, berikut beberapa risiko yang didapat tubuh jika terlalu banyak tidur.
 
Meningkatkan gejala depresi
Dalam sebuah studi di 2014, peneliti menemukan fakta bahwa durasi tidur yang panjang dapat meningkatkan gejala depresi. Orang dewasa yang tidur antara tujuh sampai sembilan jam sehari memiliki heritabilitas 27 persen dalam gejala depresi, sedangkan mereka yang tidur lebih dari sembilan jam sehari memiliki tingkat heritabilitas lebih tinggi, yaitu 49 persen.
 
Merusak otak
Sebuah studi di 2012 menemukan, fungsi otak memburuk jika tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit, terutama pada wanita. Wanita yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malam (atau kurang dari lima jam) memiliki tampilan otak dua tahun lebih tua dari usia sebenarnya.
 
Membuat sulit hamil
Pada 2013, sebuah tim peneliti Korea menganalisa kebiasaan tidur lebih dari 650 wanita yang menjalani fertilisasi in vitro. Mereka menemukan bahwa tingkat kehamilan tertinggi dimiliki oleh wanita yang tidur selama tujuh sampai delapan jam setiap malam.

Sedangkat tingkat kehamilan tertinggi didapat oleh wanita yang memiliki jam tidur sembilan sampai 11 jam. Ahli endokrinologi reproduksi, dr. Evan Rosenbluth, mengatakan, kebiasaan tidur pasti bisa mengubah ritme sirkadian, sekresi hormon dan siklus menstruasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA