Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Kurang Tidur, Otak Bisa Mengecil?

Senin 05 Jan 2015 11:48 WIB

Rep: C01/ Red: Winda Destiana Putri

Hati-hati! Kurang tidur dapat mempengaruhi ukuran otak

Hati-hati! Kurang tidur dapat mempengaruhi ukuran otak

Foto: CNN

REPUBLIKA.CO.ID, INGGRIS -- Sebuah penelitian menemukan adanya hubungan antara kurangnya jam tidur dengan mengecilnya volume atau ukuran otak. Penelitian ini dilakukam dalam jangka waktu 3,5 tahun.

Para peneliti asal Eropa memantau 147 orang dewasa yang terlibat dalam penelitian ini. Usia dari 147 orang tersebut berkisar dari 20 hingga 84 tahun. Masing-masing orang tersebut menjalani scan MRI sebanyak dua kali. Scan MRI pertama dilakukan sebelum partisipan tersebut mengisi kuisioner yang berkaitan dengan kebiasaan tidur mereka. Scan MRI kedua dilakukan sekitar 3,5 tahun kemudian. Dari dua scan MRI ini, para peneliti memeriksa hubungan antara masalah tidur seperti insomnia dengan volume otak dari para partisipan.

Hasil kuisioner menunjukkan bahwa 35 persen dari partisipan memiliki kriteria kebiasaan tidur yang kurang dan tidak sehat. Dari 35 persen partisipan yang memiliki gangguan tidur ini ditemukan adanya penurunan volume maupun ukuran otak yang cepat dibanding partisipan yang normal selama masa penelitian berlangsung. Hasil tersebut makin terlihat signifikan terhadap partisipan yang berusia di atas 60 tahun.

Sejumlah penelitian juga pernah dilakukan sebelumnya terkait dengan pentingnya tidur serta pengaruh dari kurangnya tidur terhadap otak manusia. Sudah banyak juga yang mengetahui bahwa pola tidur yang buruk dapat menyebabkan kelainan otak seperti Alzhaimer dan demensia. Maka bisa dipastikan, jika kekurangan tidur dapat menyebabkan hilangnya ingatan, maka ukuran dari otak itu sendiri juga akan terpengaruh.

"Kita semua tahu kekurangan tidur dapat menyebabkan berbagai jenis masalah," jelas Ahli Syaraf Dr. Neal Maru yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut seperti dilansir dari CNN, Senin (5/1).

Ia menjelaskan, kurangnya tidur dapat memberi dampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh seseorang. Selain itu, kekurangan tidur juga dapat memengaruhi kesehatan jantung serta berat badan dan ingatan. Akan tetapi, Maru menyatakan hingga saat ini belum diketahui alasan atau penjelasan dibalik hal-hal tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA