Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kamis, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Sebal dengan Pasangan? Coba Ganti Kata-Kata Kasar dengan Ini

Rabu 29 Okt 2014 08:36 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

.

.

Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ahli hubungan, Lodro Rinzler mengatakan banyak pria berpikir wanita itu gila. Dalam nada yang sama, gila versi pria itu adalah wanita yang suka memerintah, merendahkan mereka, atau suka memanggil pria dengan kata-kata kasar. Wanita seperti ini sering muncul ketika hubungannya dengan seorang pria berakhir.

Wanita juga sering berpikir bahwa pria itu brengsek. Ini terjadi ketika mereka merasa dalam hubungan tanpa status alias HTS. Kondisi lain misalnya ketika pria yang mereka cintai berselingkuh atau pria yang memutuskan wanita dengan alasan yang tak jelas.

Pertama-tama yang harus pria ketahui, hanya karena wanita memiliki kebutuhan emosional yang berbeda dari pasangannya, bukan berarti dia memiliki penyakit mental. Anda tidak sopan mengatakan wanita itu hanya bisa menempel, mengendalikan pria, atau sekadar ingin pria mengerti mereka tanpa melakukan sebaliknya.

Apalagi, jika Anda mengatakan wanita itu sakit mental dengan mengatakan mereka 'gila,' 'sinting,' atau 'sakit.' Cobalah perbaiki kosakata Anda.

Wanita juga perlu mengetahui bahwa tidak semua pria itu brengsek. Wanita terkadang sering memanggil pria dengan kata-kata kasar, seperti 'pengecut,' 'brengsek,' atau 'tak tahu diri.' Istilah-istilah ini sangat sering terdengar.

Lalu, bagaimana solusi terbaik untuk pengucapan kasar yang sering dituturkan pria juga wanita ini? Tanpa basa-basi lagi, berikut adalah beberapa cara pria dan wanita bisa menggambarkan kebencian pada pasangannya, meskipun tidak seharusnya hal tersebut diucapkan.

Dilansir dari Marie Claire, Rabu (29/10), Anda bisa mengatakan pada pasangan Anda bahwa mereka itu 'kasar.' Anda bisa juga mengatakan 'kita sudah terlalu jauh' atau 'kita sudah berada di titik hidup berbeda.' Anda juga bisa mengatakan ucapan pasangan Anda tidak 'mengerikan' atau sampaikan saja bahwa 'kita belum siap untuk berhubungan serius.'

Semua istilah-istilah tersebut lebih deskriptif dibandingkan mengatakan seorang itu 'gila' atau 'brengsek.' Anda bisa langsung menggambarkan aspek masalah yang sedang Anda hadapi dengan pasangan. Melihat masalah secara langsung akan membantu Anda dalam jangka panjang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA