Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Nasihat Keuangan Bagi Pria Bercerai (2)

Selasa 09 Sep 2014 10:14 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Ilustrasi perceraian.

Ilustrasi perceraian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perceraian itu sulit bagi seluruh pihak yang terlibat. Terutama bagi suami, karena mereka biasanya sulit mengungkapkan apa yang dirasakan saat sidang perceraian. 

Bila perceraian telah di depan mata, yang bisa dilakukan berikutnya adalah menatap ke depan. Termasuk dalam urusan keuangan.

Seorang pengacara pernikahan di Weinberger Law Group, Baru Zell Weinberger mengatakan keuangan adalah masalah krusial dalam perceraian, khususnya untuk pria. Berikut adalah beberapa nasihat keuangan yang diperlukan oleh pria yang akan bercerai, dilansir dari the Week, Selasa (9/9).

4. Buat anggaran kehidupan setelah bercerai
Ketika seorang pria menjalani perceraian, maka pria harus membuat anggaran baru untuk kehidupanya. Pria biasanya hanya berpikir tentang uang yang harus dikeluarkannya untuk mengurus perceraian, tunjangan istri dan tunjangan anak, tapi mereka lupa bahwa biaya sehari-hari mereka akan berubah setelah mereka menjadi lajang kembali.
Contoh sederhana, jika Anda dan mantan istri memutuskan memiliki hak asuh anak bersama, maka Anda harus mempertimbangkan untuk biaya-biaya tambahan anak tak terduga. Misalnya, jika anak-anak ingin membagi libur akhir pekannya antara di rumah ibu atau ayah mereka, mereka cenderung ingin memiliki semua barang yang mereka butuhkan di setiap rumah, sehingga mereka tidak kehilangan apapun setelah perceraian.

5. Membagi harta bersama
Perceraian itu memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Hanya karena Anda bercerai, bukan berarti Anda masih memiliki keterikatan luar biasa dengan mantan Anda. Karena itu, perhatikan cara pembagian harta bersama.
Banyak pria yang membagi harta atau asetnya sama rata dengan si istri dan pada akhirnya banyak juga yang berbalik merugikan mereka. Mereka membagi seluruh harta sama rata, padahal kenyataannya tidak semua harta suami adalah harta istri setelah perceraian.
Suami atau istri tak jarang banyak membawa harta pribadi sebelum mereka menikah. Hitunglah aset-aset yang memang layak dibagi berdua, dan mana yang sepenuhnya menjadi hak Anda. Jika ini tidak dilakukan, maka perceraian Anda hanya akan berakhir dengan kebencian atau penyesalan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA