Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Erwin Aksa Melawan Amanat Golkar demi Prabowo-Sandi

Rabu 20 Mar 2019 00:06 WIB

Red: Andri Saubani

Erwin Aksa

Erwin Aksa

Foto: Republika
Politikus Golkar Erwin Aksa memutuskan mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Ali Mansur, Arif Satrio Nugroho, Rizkyan Adiyudha

Politikus Golkar Erwin Aksa sekaligus keponakan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla secara terang-terangan mendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Padahal, partainya secara resmi telah mengusung pasangan calon Joko Widodo-KH Maruf Amin.

Baca Juga

"Saya dan Sandiaga Uno merupakan sahabat sejati, mantan Ketua Umum HIPMI dan aktif di KADIN. Kami punya ikatan emosional yang tidak bisa kami hilangkan dan kami lupakan. Kami memiliki hubungan persahabatan yang hakiki," tegas Erwin Aksa saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (19/3).

Erwin mengaku dirinya menggantikan Sandiaga menjadi Ketua Umum HIPMI Munas di Bali dan Sandiaga-lah yang membantunya. Sehingga dirinya bisa menjadi Ketua Umum HIPMI. Bagi dirinya persahabatan lebih penting dari segalanya. Erwin tidak ingin persahabatannya dengan Sandiaga terputus karena pilihan politik yang berbeda.

"Nilai-nilai persahabatan harus terus dipupuk karena nilai-nilai persahabatan adalah modal sosial yang sangat penting bagi pembangunan Indonesia," tutur Erwin.

Dengan demikian, Erwin sadar atas konsekuensi yang harus diterimanya dari Partai Golkar akibat dari dukungannya tersebut. Bahkan, saat ini ia mengaku tidak sejalan dengan partai berlambang pohon Beringin tersebut. Namun, ia kembali menegaskan bahwa langkahnya bukan berarti tidak taat asas, tapi demi persahabatan dengan Sandiaga Uno.

"Akhirnya saya mohon maaf kepada seluruh kolega dan kader Partai Golkar di seluruh Indonesia, dan dengan ini saya menyatakan non-aktif dari kepengurusan Partai Golkar sampai proses pencapresan selesai," ungkapnya.

Erwin melanjutkan, Pilpres pada 17 April 2019 mendatang merupakan proses politik konstitusional yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Setiap warga negara berhak untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden sesuai dengan pilihan hati nuraninya dan hak tersebut dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang.

"Pilihan saya ini adalah pilihan pribadi dan dalam hal kampanye dan sosialisasi capres-cawapres selama ini saya tidak pernah mengatasnamakan dan menggunakan atribut Partai Golkar," kata Erwin.

Erwin berpendapat dinamika politik dan perbedaan pilihan ini merupakan hal yang wajar dalam alam demokrasi. Perbedaan ini harus disikapi secara bijak dan tidak perlu dipandang negatif. Bahkan masyarakat harus diberi pemahaman yang baik bahwa perbedaan bukanlah permusuhan. Perbedaan menjadikan bangsa Indonesia lebih kaya dan lebih dewasa.

Soal dukungannya terhadap Sandi, pebisnis kawakan itu beralasan, pengusaha di Indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti perekonomian. Mengingat, latar belakang Sandiaga sendiri adalah pengusaha sukses.

"Pengusaha berharap pemimpinnya ngerti masalah ekonomi dan bisa memahami kondisi dunia usaha. Apalagi di tengah ketidakpastian global dibutuhkan pemimpin yang bisa memberikan jalan keluar terbaik," tegas keponakan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla itu saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (19/3).

Tidak hanya sebatas dukungan, bahkan Erwin sendiri rencananya akan menghadiri acara 'Silaturrahim 1000 Nasional Lintas Sektoral Untuk Indonesia Menang'. Acara yang diselenggarakan oleh Aliansi Pengusaha Nasional di Djakarta Theater, Jakarta pada Kamis (21/3) itu berafiliasi pada pasangan Pranowo-Sandiaga.

Erwin juga memberikan pembelaan saat program gagasan Sandiaga OK OCE di DKI Jakarta dianggap gagal dan tidak berkembang. Menurutnya, OK OCE adalah program yang harus berkesinambungan dan program ini untuk mendorong entrepreneurship di Jakarta. Kemudian banyak perusahaaan mengurangin karyawan-nya dan karyawan tersebut pindah menjadi driver online dan membuka usaha.

Justru menurut Erwin, semangat entrepreneurship di kalangan anak muda meningkat dengan hadirnya OK OCE. Dalam hal, kata Erwin, pelatihan pendampingan dan magang menjadi kuncinya.

"Program mendorong UKM (Usaha Kecil Menengah) tidak bisa diukur dalam jangka pendek harus tapi berkesinambungan dan sistematis," tutur Erwin.

Partai Gerindra menyambut baik dukungan yang diberikan Erwin Aksa kepada Prabowo-Sandi. Gerindra menilai, keputusan Erwin mendukung paslon yang diusungnya sudah berdasarkan pertimbangan yang matang.

Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo menuturkan, komunikasi dengan Erwin sudah terjalin lama. Terlebih lagi, Cawapres 02 Sandiaga Uno merupakan teman dekat Erwin. Maka, kata Edhy, wajar bila Erwin kemudian memutuskan mendukung Paslon 02.

"Saya yakin tidak mungkin ujug-ujug. Saya yakin atas pertimbangan yang luar biasa dan kami sendiri tidak mungkin mengintervensi ya," ujar Edhy di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (19/3).

Edhy menyebut, Erwin bakal membantu Prabowo-Sandi untuk semakin banyak mendulang suara pada Pemilu 2019. Status Erwin sebagai pengusaha diyakini  akan menggiring 'gerbong pengusaha' untuk memberikan dukungan pada Prabowo Sandi.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menilai, dukungan Erwin berdampak positif pada upaya pemenangan Prabowo-Sandi. Ia pun mengaku tidak heran atas dukungan Erwin, mengingat Erwin diketahui sangat dekat dengan Sandiaga Uno.

"Saya kira sudah dari beberapa waktu yang lalu karena saudara Erwin dekat dengan Sandi, saya waktu itu juga ketemu di TIM dengan saudara Erwin Aksa ketika ada acara dan memang sejak awal mendukung, saya kira itu juga satu hal yang tentu sangat menambah energi bagi kita," ujar Fadli .

Dinonaktifkan dari Golkar

Golkar memutuskan untuk mencopot jabatan Erwin Aksa sebagai Ketua DPP bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Keputusan dibuat menyusul dukungan yang diberikan Erwin kepada Prabowo-Sandi.

"Keputusan pemberhentian saudara Erwin Aksa dari jabatan struktural di DPP Partai Golkar untul menjaga marwah partai," kata Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (19/3).

Airlangga mengatakan, pencopotan juga dilakukan guna melaksanakan secara konsisten amanat musyawarah nasional luar biasa (munaslub) partai pada 20 Desember 2017 lalu. Dia melanjutkan, salah satu amanat munaslub adalah dukungan Partai Golkar bagi calon presiden (capres) Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Menteri Perindustrian ini mengatakan, sikap yang ditunjukan Erwin tentu bertentangam dengan amanat forum pengambilan keputusan Partai Golkar. Airlangga menerangkan, setiap kader dan pimpinan partai di seluruh Indonesia wajib mengikuti dan menjalankan forum tertinggi tersebut dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.

"Keputusan pemberhentian saudara Erwin Aksa mulai berlaku sejak hari ini," kata Airlangga lagi.

Juru Bicara TKN Jokowi-Maruf, Meutya Hafid mengatakan, tim pemenagan menghormati pilihan pribadi Erwin yang menyatakan mundur dari partai. Menurutnya, Partai Golkar memang sangat solid dan mantab dalam mengusung Jokowi. Dia mengatakan, semangat itu menjadi spirit dari seluruh kader Golkar dari tingkatan pusat dan daerah.

"Kami menghormati pilihan Erwin Aksa untuk mundur. Langkah ini sekaligus jadi bukti bahwa Golkar semakin solid dalam mengusung Jokowi," katanya.

photo

Elektabilitas Capres di Lintas Generasi

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA