Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Duh, Si Kecil Rewel Terus, Ini Penyebabnya

Selasa 04 Sep 2012 14:07 WIB

Rep: Yeyen Rostiyani/ Red: Endah Hapsari

Bayi sering menangis, ilustrasi

Bayi sering menangis, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Para orang tua yang memiliki putra atau putri yang masih kecil -- apalagi bayi -- tentu sulit untuk melewatkan satu malam penuh dengan tidur nyenyak. Sesekali, ibu atau ayah tentu akan terbangun oleh tangis atau rengekan sang buah hati. Siapa yang paling terganggu dalam hal ini?

Bagi bayi dan anak-anak, terbangun di tengah tidur malam tentu tak jadi masalah. Mereka dengan mudah mengganti waktu tidur yang terpotong tersebut di siang hari, atau kapan saja. Lantas, bagaimana halnya dengan orang tua yang bekerja pada siang hari? Orang tua yang sibuk amat sulit mengganti jam tidur yang terpotong tersebut. Sementara ''mengatur'' jam tidur si buah hati juga bukan hal mudah, apalagi mereka biasanya memiliki energi yang seakan tak pernah habis untuk beraktivitas. 

Jam tidur yang terganggu dalam beberapa malam memang hal yang biasa dalam peran sebagai orang tua. Jika anak Anda menderita sakit seperti radang tenggorokan atau infeksi telinga, misalnya, ia memang akan terbangun di waktu malam. Namun jika hal ini berlangsung dalam waktu lama, kondisinya akan berubah riskan.

Tahukah Anda, jam tidur yang terganggu ini bisa menjadi masalah serius dalam kehidupan keluarga? Saat terbangun di malam hari menjadi suatu kegiatan rutin buah hati Anda, akan muncul rasa lelah yang terasa makin menumpuk. Alhasil, orang tua yang kelelahan ini akan cepat tersinggung, marah, bahkan hingga depresi. 

Memecahkan masalah jam tidur orang tua yang terganggu, diawali dengan menelusuri penyebab si anak terbangun waktu malam. Ketika si buah hati sakit, orang tua tentu harus memberikan kenyamanan dan dukungan yang dibutuhkannya. Saat ia sembuh, diharapkan jadwal istirahat kembali seperti semula demi menghindari komplikasi tidur lebih jauh. Namun sakit bukan satu-satunya penyebab gangguan tidur.

Banyak faktor fisik yang mudah diperiksa dalam hal ini. Apakah ruang tidur terlalu terang atau terlalu gelap? Apakah ada gambar atau benda yang bentuknya ''menakutkan'' si kecil (misalnya yang menghasilkan bayangan ''seram'')? Mungkinkah ia kegerahan atau malah kedinginan? 

Suara bising juga termasuk salah satu faktor pencetus. Suara teelevisi atau radio yang terlalu nyaring memang membuat anak sulit tidur. Sebaliknya, suasana kelewat sunyi pun belkum tentu membentu anak tidur nyenyak. Anak-anak bisa merasa kesepian dan cemas jika mereka tidak mendengar suara apa pun. Maka, tidak perlu berjingkat-jingkat ketika mengantar anak ke tempat tidur. Suara normal dalam rumah tangga malah akan membantunya merasa ''lebih aman''. Kadang-kadang, gangguan emosional atau mimpi buruk jadi penyebab ganguan tidur. Namun semua ini terhitung normal sebagai bagian dari pertumbuhan. Jika anak-anak bisa menceritakan mimpi atau perasaan yang mengganggu mereka, maka orang tua akan lebih mudah menyelami dunia mereka. 

Anak-anak perlu tahu bahwa mimpi mereka berbeda dengan kenyataan. Namun ingatlah bahwa rasa takut mereka adalah sesuatu yang nyata bagi mereka. Anda bisa saja meberikan suatu ide atau pemikiran yang menyenangkan untuk menggantikan rasa takut tersebut, seperti pengalaman yang menyenangkan. Bagaimana pun, merekka perlu dukungan dan hiburan dari orang tua. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA