Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Tekan Risiko Kerusakan Otak, Coba Diet Mediterania

Kamis 19 Apr 2012 03:31 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Diet Mediterania

Diet Mediterania

Foto: healthcaredir.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ada satu tipe diet lagi yang dianjurkan oleh para ahli gizi dan kesehatan, yakni Diet Mediterania. Pola makan kaya buah, sayuran, ikan, dan minya zaitun ini mampu membantu otak tetap tajam meski masuk usia senja, demikian menurut sebuat penelitian terbaru.
 
Studi ini merupakan tindak lanjut diet sehat untuk mengurangi resiko kerusakan kognisi ringan--ditandai oleh sering lupa dan sulit berkonsentrasi. Diet sehat tersebut juga, menurut pimpinan penelitian Nikolaos Scarmeas, memiliki kemampuan menghentikan resiko penyakit Alzheimer yang telah muncul untuk berkembang lebih lanjut
 
"Kami melakukan dua tipe analisa berbeda," ujar asisten profesor neurologi bergelar doktor dari Pusat Medis Universitas Colombia, New York, tersebut.
 
Penelitian terdahulu menemukan orang-orang yang menerapkan diet Mediteran memiliki resiko lebih rendah terserang berbagai penyakit termasuk penyakit hati, kanker, dan Parkinson.
 
Tim peneliti Columbia mengawali riset dengan mengevaluasi sekitar 1.400 orang tanpa gangguan atau kerusakan kognitif, dan 482 orang dengan gangguan kognitif ringan, lalu memantau mereka selama kurang lebih 4,5 tahun. Para partisipan--rata-rata berusia 77 tahun--juga diminta melengkapi angket asupan makanan setiap hari, bahkan mendetail apa yang mereka makan selama setahun terakhir.
 
Peneliti membagi subjek dalam tiga kelompok, pertama mereka yang menerapkan sedikit, atau tidak sama sekali, diet Mediterania, mereka yang menerapkan dengan moderat, dan mereka yang rutin menerapkan hampir setiap hari. Tim lantas mengevaluasi fungsi kognisi para partisipan.
 
Mereka menemukan diet itu sangat membantu dua kasus, mencegah kerusakan kognitif ringan, dan juga menurunkan resiko penurunan kognisi lebih jauh, bahkan berlaku kepada kelompok yang tidak sepenuhnya menerapkan diet dengan ketat.
 
"Saat dibandingkan dengan kelompok yang tidak melakukan diet Mediteran sama sekali, kelompok diet moderat memiliki resiko 17 persen lebih kecil untuk mengalami kerusakan kognisi ringan," ujar Scarmaes mengungkapkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Archives of Neurology, terbitan Februari ini.
 
" Sementara mereka yang benar-benar rutin menerapkan, memiliki penurunan resiko 28 % lebih kecil untuk mengalami gangguan kognitif ringan," imbuhnya.
 
Diet itu juga membantu sejumlah subjek yang telah memiliki kerusakan ringan. "Dibandingkan dengan mereka yang sedikit menerapkan, kelompok yang moderat mengalami pengurangan resiko 45 persen kerusakan kognisi lebih lanjut hingga menuju Alzheimer. Sementara mereka yang disiplin menerapkan memiliki pengurangan resiko kerusakan lebih lanjut hingga 48 persen," ujarnya.
 
Scarmeas  mengatakan riset terdahulu yang juga ia pimpin menemukan penerapan diet Mediterania lebih rutin terkait dengan penurunan resiko penyakit Alzheimer.
 
Hanya saja ia masih mengaku belum mengetahui pasti bagaimana diet tersebut membantu otak tetap sehat. Menurut Scarmeas, satu kemungkinan adalah diet tersebut mengurangi peradangan--yang berperan besar dalam penyakit otak. "Atau bisa jadi ia bekerja dengan meningkatkan kerja kardiovaskular karena minyak zaitun mengurangi resiko akibat kolesterol tinggi," imbuhnya.
 
Dua pakar gizi lain yang menilik riset tersebut melontarkan pandangan positif atas temuan, "Seperti anda lihat, ini terkait respon terhadap dosis. Semakin kerap dan disiplin anda menerapkan diet Mediterania, semakin baik hasilnya," ujar Gary Kennedy, direktur Psikiater Geriartik, di Pusat Medis Montefiore, New York
 
Alice Lichtenstein, Gershof, guru besar Ilmu dan Kebijakan Nutrisi di Universitas Tufts, Boston berkata, "Sangat menggairahkan melihat hasil penelitian--mereka yang melaporkan pola diet lebih sehat sepertinya melakukan dengan baik," ujarnya. Namun ia tetap mengingatkan untuk lebih detail mengkaji apakah diet khusus itu yang membantu orang-orang terhindar dari gangguan kognisi, atau karena orang-orang--selain berpola makan sehat-- juga memiliki kebiasaan sehat yang menurunkan risiko.
 
Ketiga ahli tersebut pun pada intinya senada, hingga mendapat bukti lebih lanjut akan diet Mediterania, ada banyak alasan lain yang dibalik penurunan gangguan otak, yakni termasuk kesehatan hati dan jantung pemiliknya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA