Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Begini Lho, Agar Tubuh Anak-anak Tetap Fit Selama Berpuasa

Sabtu 06 Aug 2011 12:50 WIB

Red: Siwi Tri Puji B

Sejumlah anak mengikuti belajar shalat tarawih bersama yang diadakan oleh Kelompok Bermain dan Raudhatul Athfal Istiqlal (KB-RA Istiqlal) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (4/8). Di Bulan Ramadhan ini KB-RA Istiqlal memberikan Pendidikan Anak Usia Dini (P

Sejumlah anak mengikuti belajar shalat tarawih bersama yang diadakan oleh Kelompok Bermain dan Raudhatul Athfal Istiqlal (KB-RA Istiqlal) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (4/8). Di Bulan Ramadhan ini KB-RA Istiqlal memberikan Pendidikan Anak Usia Dini (P

Foto: Republika/Agung Supriyanto

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI - Puasa menyehatkan, tak terkecuali bagi anak-anak. Hanya saja, bagi anak-anak apalagi yang baru peryama kali berpuasa, harus dipastikan mereka mendapatkan asupan gizi dan istirahat yang cukup.

"Orang tua harus mengadopsi diet seimbang bagi mereka, memastikan mereka mendapatkan cairan yang cukup, kualitas tidur yang baik, dan melakukan olahraga ringan,"  kata Dr Shoaib Shahzad Khan, Kepala Departemen Pediatri dan Neonatologi di Kanada.

"Anak-anak sakit dan anak-anak yang memiliki kondisi jangka panjang medis seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, penyakit metabolik, dan lain-lain harus menahan diri dari puasa," sarannya.

Untuk tetap sehat selama Ramadhan, anak-anak harus mengkonsumsi makanan dari kelompok makanan utama: roti dan sereal, susu dan produk susu, ikan, daging dan unggas, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan.

"Refined karbohidrat atau makanan cepat cerna bertahan selama tiga sampai empat jam dan lebih baik dikonsumsi saat berbuka untuk memulihkan kadar glukosa darah dengan cepat," tambah Dr Khan.

Kebutuhan segera tubuh pada saat berbuka adalah asupan sumber energi yang gampang diolah dalam bentuk glukosa untuk setiap sel tubuh, khususnya otak dan sel saraf. "Kurma dan jus merupakan sumber baik dari gula dan cukup untuk membawa tingkat glukosa darah rendah hingga normal," katanya.

Orang tua juga harus memastikan bahwa anak-anak mereka mendapatkan tidur yang cukup selama Ramadan. Kadang-kadang anak-anak menjadi hipoglikemik atau dehidrasi selama bulan Ramadhan. "Mereka mungkin menunjukkan kelelahan berlebihan atau mengeluh sakit kepala. Gejala ini harus dianggap serius. Diet mereka dan asupan cairan harus diperhatikan, "kata Dr Khan.

sumber : Khaleej Times
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA