Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Novelis Gunawan Yasni Gelar Napak Tilas Bumi Para Nabi

Jumat 21 Jun 2019 00:23 WIB

Red: Irwan Kelana

Novelis Gunawan Yasni, editor novel

Novelis Gunawan Yasni, editor novel "Sang Penatap Matahari" Bagus Dwi MB, dan Yoke Zakiah (dari kanan ke kiri).

Foto: Dok Alindra Haqeem
Napak tilas tiga negara itu untuk mentadabburi novel “Sang Penatap Matahari”.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ketika sebuah pesan tak bisa disampaikan oleh buku teks keagamaan, maka novel bisa menjadi pilihan. Itulah yang dilakukan Muhammad Gunawan Yasni, penulis empat buku ekonomi syariah, sebelum buku kelima yang merupakan novel pertama. Novel tersebut berjudul Sang Penatap Matahari. Novel setebal 454 halaman itu diterbitkan oleh Mogayer Publishing, September 2018.

Sang Penatap Matahari (The Sun Gazer) adalah sebuah novel epik berbasis fakta kehidupan seseorang yang menjadi tokoh utama novel yang disamarkan, namun begitu terasa dan jelas kemungkinannya bahwa tokoh itu adalah penulisnya sendiri,  Muhammad Gunawan Yasni. “Novel tersebut  telah mengejawantah menjadi sebuah perjalanan  tematik  napak tilas bumi para nabi di tiga  negara yang merupakan central setting (latar utama)  dari kisah Mogayer Gamil Yahya - Sang Penatap Matahari,” kata Gunawan Yasni melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (20/6).

Sebagian realitas kehidupan penulis di Jordan, Palestina dan Egypt (Mesir) dituangkan dalam novel ini yang tetap mempunyai kerangka besar ekonomi syariah. Hal itu tak lepas dari latar belakang sang penulis yang merupakan praktisi keuangan syariah dan saat ini menjadi Dewan Pengawas Syariah (DPS) di sejumlah Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Gunawan mengemukakan, jalinan cerita di bumi para nabi (Jordan, Palestina dan Mesir) dalam novel Sang Penatap Matahari sangat menarik bila dinapaktilasi. Dan Gunawan Yasni siap mendampingi para peserta napak tilas tersebut sambil menceritakan kisah dan hikmah yang bisa dipetik dari tiga negara yang merupakan bumi para nabi tersebut.

“Jadi, jamaah tidak hanya sekadar mengunjungi tiga negara yang merupakan bumi para nabi, melainkan melakukan napak tilas dengan bersandarkan tematik novel Sang Penatap Matahari,” tutur Gunawan.

Gagasan Gunawan Yasni menarik minat Alindra Haqeem – travel  yang selama ini aktif melayani umrah dan wisata Muslim. Travel tersebut kemudian  menawarkan paket wisata Mulsim bertajuk “Napak Tilas Bumi Para Nabi, Tematik Novel Sang Penatap Matahari (Mesir, Palestina, Jordan)”. Paket 10 hari Sembilan malam ini  direncanakan berangkat pada 13 September 2019.

“Paket wisata Muslim ini insya Allah akan menjadi perjalanan tematik tour spiritual tiga negara, yakni Mesir, Palestina dan Jordan. Berbagai tempat yang dikunjungi disesuaikan dengan setting fakta perjalanan hidup Mogayer Gamil Yahya yang dituangkan dalam novel Sang Penatap Matahari. Para peserta akan didampingi langsung oleh sang penulis novel tersebut, Gunawan Yasni yang akan menyampaikan tadabur novel dalam rangkaian perjalanan napas tilas bumi para nabi di tiga negara tersebut,” kata partner Alindra Haqeem, Yoke Zakiah.

Ia menjelaskan, para wisatawan Muslim (Moslem traveler) tersebut  akan menyambangi Kairo, Terusan Suez, Gunung Sinai, Taba, Jerusalem, Betlehem, Hebron, Jerico, Allenby, dan Petra.

“Para peserta juga akan menziarahi makam para Nabi, seperti Ibrahim, Ishaq, Yaqub, Yusuf, Musa, Harun, Saleh; tempat lahir Nabi Isa, Siti Sarah (istri Nabi Ibrahim), Ribkah (istri Nabi Ishaq), Nabi Daniel dan Nabi Luqmanul Hakim,” paparnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA