Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Youtube Dorong Perbaikan Kebijakan untuk Lindungi Anak

Kamis 20 Jun 2019 14:47 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Youtube

Youtube

Foto: EPA
Youtube berencana memindahkan semua konten anak ke Youtube Kids.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laporan baru menunjukkan eksekutif Youtube sedang mempertimbangkan perubahan mendasar pada platform video. Sentuhan ini untuk membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi pengguna anak-anak.

Baca Juga

Laporan dari Bloomberg dan The Wall Street Journal menyatakan, Youtube akan mempertimbangkan untuk memindahkan semua konten anak-anak ke Youtube Kids. Aplikasi sekunder dengan peningkatan moderasi ini memang dikhususkan untuk pengguna bagi anak-anak, sehingga nantinya Youtube akan menonaktifkan fitur rekomendasi platform untuk pemrograman anak-anak.

Situs berbagi video ini telah dikritik karena secara otomatis mengarahkan anak-anak dan orang dewasa ke konten yang tidak pantas atau radikal. Hal ini terjadi karena fitur yang ada biasanya mulai memutar video baru beberapa detik setelah video yang dipilih berakhir. Merekomendasikan video ini memang didasarkan pada kebiasaan pemirsa dan video sebelumnya yang ditonton.

Tahun ini, Youtube telah menghapus lebih dari 800 ribu video yang melanggar kebijakan keselamatan anak. Namun, beberapa fitur penting platform, seperti rekomendasi otomatis, telah merusak ide utama keselamatan anak yang dikembangkan oleh perusahaan.

Pada bulan Februari, Wired melaporkan "jaringan pedofil" menggunakan Youtube untuk menemukan video yang menunjukkan anak-anak di berbagai negara menanggalkan pakaian. Banyak video yang tampaknya tidak berbahaya, menunjukkan anak-anak berlatih senam atau bermain di kolam renang.

Tapi, para pengguna ini meninggalkan penanda di bagian komentar dari video-video itu untuk menandai momen ketika alat kelamin anak-anak diekspos. Hal ini pun menjadi cara untuk menarik perhatian.

Ketika lebih banyak pemirsa meninggalkan komentar, video rumahan yang tampaknya tidak berbahaya ini akhirnya memperoleh ribuan, bahkan jutaan, penayangan. Sebagai tanggapan, Youtube menonaktifkan komentar untuk video yang menampilkan anak-anak dan menghapus lebih dari 400 akun yang terkait dengan komentar tersebut.

Setelah kontroversi awal tentang komentar bertanda waktu yang berbahaya itu, The Verge menemukan, sistem rekomendasi video Youtube dapat secara otomatis mengarahkan pengguna ke konten yang sama-sama menampilkan anak-anak. Meskipun ada banyak spekulasi tentang faktor yang mendorong algoritma video yang direkomendasikan, telah terbukti Youtube dapat memunculkan konten yang tidak pantas dengan jumlah input minimal dari penonton lainnya.

Pengguna di bawah usia 13 tahun sebenarnya tidak diizinkan untuk memiliki akun Youtube standar, karena ada verifikasi usia minimal diperlukan untuk memulainya.  Hanya saja, pengguna mudah saja mempalsukan usia sebenarnya. Kondisi ini pun membuat Youtube menghapus ribuan akun per minggu milik pengguna di bawah umur.

Youtube mendirikan Youtube Kids pada tahun 2015 untuk pengguna di bawah 13 tahun.  Seiring dengan penampilan yang lebih ramah keluarga, Youtube Kids lebih dimoderasi daripada platform biasa dan memiliki fitur pengaturan tambahan untuk orangtua.

Laporan Bloomberg menyatakan, sebagian besar anak-anak menggunakan situs Youtube utama, ketimbang Youtube Kids. Para ahli pengembangan anak mengatakan, banyak anak-anak menganggap Youtube Kids terlalu infantilisasi dan mereka menolak untuk menggunakan aplikasi setelah mencoba Youtube reguler.

Seorang juru bicara Youtube mengatakan, Youtube Kids digunakan oleh lebih dari 20 juta orang per minggu. Namun, Youtube mendapatkan lebih dari 2 miliar pengguna aktif setiap bulan.

Selain keamanan anak, Youtube terus mendapatkan kritik terhadap penanganan perusahaan terhadap berbagai masalah, termasuk ujaran kebencian, radikalisasi, teori konspirasi, dan monetisasi untuk pembuat konten. Membuat perubahan pada cara platform besar memperlakukan anak-anak bisa mengembalikan kepercayaan orang tua dan masyarakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA