Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

KBRI Brussel Menduniakan Batik di Belgia

Kamis 20 Jun 2019 13:20 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Pembatik di Pesisir Utara Pulau Jawa (ilustrasi)

Pembatik di Pesisir Utara Pulau Jawa (ilustrasi)

Foto: Suherdi Riki/Republika
KBRI Brussel ingin semakin menduniakan batik Indonesia ke kancah internasional

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSEL - Dharma Wanita Persatuan Kedutaan Besar RI (DWP KBRI) Brussel mengikuti fashion show Indonesia dalam acara Asia Pacific International Bazaar and Fashion Show. Peragaan busana persembahan Indonesia tersebut mengangkat tema batik yang tujuannya untuk semakin menduniakan batik Indonesia ke kancah internasional.

Baca Juga

Acara digelar di Hotel Tangla, Brussel, Belgia pada Rabu (18/6) waktu setempat. Di hadapan lebih dari 400 penonton, para wanita anggota DWP KBRI Brussel berlenggak lenggok di catwalk dengan batik kontemporer. Batik-batik tersebut merupakan karya perancang muda Shawlnco.

Melengkapi penampilan fashion show, Indonesia juga mempersembahkan Tari Gebyar Batik. Tari ini menjelaskan proses pembuatan batik dalam format tarian Jawa sebagai pembuka acara.

Ketua DWP KBRI Brussel Sandra Thamrin mengatakan fashion show batik Indonesia bertujuan lebih memopulerkan batik Indonesia yang sudah menjadi salah satu warisan dunia. "Selain itu mengingat di Belgia di bulan Juni telah memasuki musim panas, batik Indonesia diharapkan dapat menjadi pilihan fashion trend dan inspirasi fesyen di kalangan wanita dari berbagai negara yang ada di Belgia," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika, Kamis (20/6).

Asia Pacific International Bazaar and Fashion Show ini diselenggarakan oleh Asia Pacific Women’s Association (APWA) setiap tahunnya. APWA beranggotakan 32 negara-negara Asia Pasifik ditambah Belgia sebagai anggota kehormatan.

Tahun ini APWA diketuai oleh Cina. Selain Indonesia, peragaan busana dan bazaar tahun ini diikuti oleh 14 negara lain. Di antaranya adalah Bangladesh, Brunei, China, Fiji, India, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, dan Myanmar.

Thamrin mengatakan kegiatan semacam ini menjadi media yang efektif untuk meningkatkan saling pengertian serta menghormati perbedaan dan toleransi antar bangsa. Partisipasi DWP KBRI Brussel kali ini juga dilakukan dalam rangka memeriahkan 70 tahun Hubungan RI-Belgia yang jatuh pada tahun ini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA