Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Bill Gates Perkenalkan Toilet Futuristik di Cina

Kamis 13 Jun 2019 10:19 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Christiyaningsih

Bill Gates

Bill Gates

Foto: EPA
Bill Gates memperkenalkan toilet futuristik yang tidak membutuhkan air

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Bill Gates memperkenalkan toilet futuristik yang tidak membutuhkan air atau selokan namun menggunakan bahan kimia untuk mengubah kotoran manusia menjadi pupuk. Toilet futuristk itu diperkenalkan Bill Gates di Beijing pada Selasa (11/6).

Baca Juga

Co-founder Microsoft Corp, yang sehari sebelumnya adalah salah satu tamu terkenal di acara perdagangan besar di Shanghai, juga memuji sistem perdagangan global dan bebas yang memungkinkan teknologi toilet. "Saya benar-benar percaya perdagangan memungkinkan setiap negara melakukan apa yang terbaik," katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara.

"Jadi ketika saya berbicara tentang komponen toilet yang dibuat di Cina, yang lain di Thailand, yang lain di Amerika Serikat, Anda benar-benar ingin menyatukan semua IQ itu sehingga Anda mendapatkan kombinasi itu," jelas sang miliarder itu.

Perjalanan Gates terjadi di tengah ketegangan perdagangan antara Cina dan Amerika Serikat yang telah menampar tarif untuk barang senilai miliaran dolar. Toilet, yang Gates katakan siap dijual setelah bertahun-tahun pengembangan, merupakan gagasan proyek-proyek penelitian yang didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation.

Ada beberapa desain toilet tetapi semuanya bekerja dengan memisahkan limbah cair dan padat. "Toilet saat ini hanya mengirimkan limbah ke dalam air, sedangkan toilet ini tidak memiliki saluran pembuangan. Mereka mengambil cairan dan zat padat dan melakukan pekerjaan kimia di dalamnya, termasuk membakarnya dalam banyak kasus," kata Gates kepada Reuters.

Dia membandingkan perubahan dari toilet tradisional menjadi model tanpa air sama dengan pengembangan dalam komputasi sekitar waktu ia mendirikan Microsoft pada pertengahan 1970-an. "Dengan cara komputer pribadi itu sendiri, bukan benda raksasa, kita bisa melakukan pemrosesan kimia ini di tingkat rumah tangga," katanya.

Sanitasi yang buruk membunuh setengah juta anak-anak di bawah usia lima tahun. Butuh lebih dari 200 miliar dolar pertahun dalam biaya perawatan kesehatan dan kehilangan pendapatan, menurut yayasan.

Yayasan Gates telah menghabiskan sekitar 200 juta dolar untuk proyek toilet dan diperkirakan mengeluarkan jumlah yang sama lagi sebelum toilet dapat digunakan untuk distribusi skala luas. "Tahun ini volume toilet benar-benar akan berada di 100-an sementara orang masih menendang ban (menguji mereka)," kata Gates.

Dalam sebuah pidato di acara Beijing, Gates mengangkat tabung berisi kotoran manusia untuk menggambarkan pentingnya meningkatkan sanitasi. "Ini adalah pengingat yang baik bahwa dalam (tabung) ada 200 triliun sel rotavirus, 20 miliar bakteri Shigella, dan 100 ribu telur cacing parasit," jelas Gates.

Ini adalah pertama kalinya yayasan Gates telah menghadiri acara di Cina. Presiden Xi Jinping mempromosikan 'revolusi toilet' tiga tahun untuk membangun atau meningkatkan 64 ribu toilet umum pada 2020 untuk membantu meningkatkan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi.

Gates mengatakan langkah berikutnya untuk proyek ini adalah dengan memberikan konsep kepada produsen. Dia mengharapkan pasar untuk toilet menjadi lebih dari enam miliar dolar pada 2030.

Cina mengambil peran lebih besar dalam bantuan global bersama investasi infrastrukturnya yang sangat besar di negara-negara berkembang. Ini sebagai bagian dari inisiatif kebijakan luar negerinya, Belt and Road.

Itu terjadi ketika Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan pemotongan bantuan asing di tengah dorongan yang lebih luas untuk menarik kembali komitmen asing. Gates mengatakan akan menjadi kesalahan bagi Amerika Serikat untuk memotong bantuan. "Ini bukan bagian besar dari anggaran tetapi dampaknya sangat besar," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA