Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Prada tak Lagi Rancang Busana Berbahan Bulu Binatang

Kamis 23 May 2019 10:39 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda

Bulu binatang untuk pakaian

Bulu binatang untuk pakaian

Foto: PxHere
Prada mengumumkan kebijakan desain busana bebas bulu binatang.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Grup jenama Prada mengumumkan komitmennya untuk tidak lagi merancang busana berbahan bulu binatang. Gerakan bebas bulu satwa itu dimulai dari koleksi perempuan edisi musim semi-musim panas 2020.

"Prada Group berkomitmen menghadirkan inovasi penuh tanggung jawab sosial. Kebijakan bebas bulu binatang kami merupakan wujud dari keterlibatan aktif tersebut," ucap pendiri merek mode, Miuccia Prada, Rabu (22/5).

Menurut Prada, keputusan itu memicu perusahaannya untuk berfokus pada bahan-bahan lain yang lebih inovatif. Dia yakin rumah modenya mampu mengeksplorasi desain kreatif sesuai dengan permintaan konsumen sekaligus etika lingkungan.

Perempuan 70 tahun kelahiran Milan, Italia, itu mengatakan pihaknya sudah berdialog dengan koalisi internasional Fur Free Alliance. Perbincangan mendalam pun dilakukan dengan organisasi hak binatang Italia, LAV, serta Humane Society Amerika Serikat.

Kebijakan berlaku untuk seluruh jenama di bawah naungan perusahaan induk The Prada Group. Sejumlah merek ternama yang menjadi bagian dari grup itu antara lain Prada, Miu Miu, Car Shoe, dan Church's.

Perubahan lain yang dilakukan Prada tahun ini adalah menunjuk sutradara Ava DuVernay menjadi salah satu ketua dewan penasihat keberagaman dan inklusi. Dewan itu menyediakan peluang, beasiswa, dan kesempatan magang bagi mahasiswa kulit berwarna.

Fur Free Alliance yang menaungi lebih dari 40 kelompok hak-hak hewan menyambut baik keputusan positif Prada. Hingga kini, mereka mencatat ada sekitar 1.000 perusahaan yang mengikuti program "Fur Free Retailer" di seluruh dunia.

"Pergeseran ke arah mode yang bebas kekejaman terhadap satwa ini menunjukkan bahwa gerakan global kami adalah sebuah momentum yang cepat," kata manajer program Fur Free Alliance, Brigit Oele, dikutip dari laman Hollywood Reporter.

Dengan ketetapan itu, Prada bergabung dengan label mode dunia lain yang sudah menerapkan hal sama. Sederet merek itu termasuk Versace, Gucci, Michael Kors, Chanel, Armani, Burberry, Calvin Klein, Giorgio Armani, Coach, H&M, Zara, dan masih banyak lagi.

Perancang busana Inggris Victoria Beckham juga sudah menyatakan tidak akan lagi memakai bulu hewan dan kulit satwa eksotis. Begitu pula desainer Stella McCartney yang kerap mengampanyekan fesyen vegan bebas kekejaman satwa.

Dewan Kota Los Angeles yang merupakan lokasi penjualan fesyen bulu terbesar di San Fransisco, AS, meluluskan regulasi baru pada Februari silam. Mulai 1 Januari 2021, penjualan dan pembuatan busana berbahan bulu akan dilarang di kota itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA