Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Pendidikan Indonesia Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

Kamis 21 Feb 2019 06:58 WIB

Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: Darmawan / Republika
Guru yang kompeten adalah guru yang adaptif dengan tantangan zaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Psikolog dan Pemerhati Pendidikan, Najelaa Shihab mengatakan kemajuan pendidikan di Indonesia bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Butuh keterlibatan semua pihak, termasuk perusahaan di bidang pendidikan.

"Saya menyampaikan apresiasi dengan PT Johnson & Johnson  menyelenggarakan program 'Ubah dengan Suara' untuk membantu meningkatkan kompetensi mengajar guru muda di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan," kata Najelaa yang hadir sebagai pembicara dalam acara itu yang diselenggarakan PT Johnson & Johnson di Jakarta Pusat, Rabu (20/2).

Najelaa menjelaskan guru harus meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan di era milenial dan industri 4.0 yang mendidik murid berbeda dengan era sebelumnya. Program tersebut diselenggarakan dari 18 Februari sampai 17 Maret 2019 yang mengajak masyarakat berpartisipasi untuk Indonesia Mengajar sebagai upaya membantu meningkatkan kompetensi pengajar muda Indonesia.

"Tantangan di era milenial, murid  tidak bisa lepas dari gawai dan literasi yang masih kurang. Guru harus terus beradaptasi agar pendidikan bisa menjadi jembatan perubahan untuk mengubah seseorang bahkan mengubah bangsa," ujar Najelaa.

Najelaa juga menjelaskan, guru yang kompeten adalah guru yang adaptif. Cara menaikkan kompetensi guru adalah bantuan dari semua golongan, seperti pemerintah, orang tua, korporasi, termasuk selebritas.

Di tempat yang sama, selebritas yang menjadi duta kampanye "Ubah dengan Suara" Maudy Ayunda, menjelaskan budaya belajar yang baik dimulai dari sekolah dan pengajar yang baik. "Sekolah dan pengajar yang baik akan membawa sikap belajar yang baik juga dan dapat mengubah paradigma anak-anak dari yang sebelumnya biasa saja sama belajar, bisa jadi cinta sama belajar," kata Maudy.

Maudy juga menjelaskan ketika anak-anak sudah memiliki rasa cinta akan belajar, mereka akan membaca, mencari tahu, belajar sendiri dan ada kecintaan belajar.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA