Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Mahasiswa Unindra Luncurkan Kumpulan Cerpen

Rabu 14 Jun 2017 19:59 WIB

Red: Irwan Kelana

Peluncuran kumpulan cerpen karya mahasiswa Unindra Jakarta.

Peluncuran kumpulan cerpen karya mahasiswa Unindra Jakarta.

Foto: Dok LAZ Al azhar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menulis adalah keberanian, bukan pelajaran. Di tengah maraknya ujaran kebencian (hate speech) saat ini,  mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Indraprasta  (Unindra) PGRI Jakarta meluncurkan buku kumpulan Cukstaw Cerpen “Kenapa Kau Membenciku?” di Kampus Unindra Jakarta, Selasa (13/6).

Menurut Syarifudin Yunus, dosen pengampu Menulis Kreatif Universitas Indraprasta PGRI, buku ini menjadi cerminan sikap reflektif terhadap bentuk komunikasi yang bernada provokasi atau kebencian, di samping kontribusi nyata kalangan anak-anak muda untuk menyetop ujaran kebencian di masyarakat.

Kumpulan Cukstaw Cerpen “Kenapa Kau Membenciku?’ diterbitkan sebagai bagian dari proses menulis kreatif yang dialami mahasiswa secara langsung, saat kuliah. Buku ini menjadi bukti mahasiswa telah berproses dalam mempelajari, menulis karya, dan menerbitkan karyanya.

“Buku iniadalah reaksi positif terhadap maraknya ujaran kebencian. Cerita dalam buku ini menegaskan agar kaum muda untuk tidak terprovokasi pada ujaran kebencian. Akan lebih baik, realitas yang ada dituangkan ke dalam karya sastra berbentuk cerpen. Kenapa kita harus membenci?” ujar Syarifudin Yunus dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (14/6).

Syarifuddin menambahkan, Cukstaw Cerpen adalah kisah fiksi yang reflektif dan motivatif sebagai pesan moral kepada pembaca tentang kenapa  harus membenci? Tak perlu membenci saudara, teman, apalagi bangsanya sendiri. Karena membenci itu kegelapan. Maka kegelapan sama sekali tidak bisa mengusir kegelapan.

“Hanya ‘hati terang’  yang mampu mengusir setiap sinar kegelapan. Seperti halnya cinta, sungguh kebencian itu berkobar karena hal-hal kecil lalu menjadi sebab kemusnahan,” tutur Syarifuddin.

Syarif – panggilan akrab Syarifuddin – menegaskan, di tengah dinamika sosial yang terus menajam, bahkan sebentar lagi runcing,  dibutuhkan kesadaran bersama untuk bersikap lebih saling menerima, memelihara harmoni daripada menebar kebencian. Peluncuran buku Kumpulan Cukstaw Cerpen "Kenapa Kau Membenciku?" diharapakan dapat menjadi "obat" untuk mengembalikan rasa, pikir dan perilaku masyarakat untuk saling mengerti, saling toleransi bukan saling membenci.

“Inilah karya sastra goretan mahasiswa yang sadar akan pentingnya ‘mengakomodasikan’ ego setiap pribadi ke level serendah mungkin. Agar tidak ada lagi benci di antara kita.

Melalui Kumpulan Cerpen “Kenapa Kau membenciku?”, kita diajak untuk tidak lagi ikut menebar kebencian. Kembalilah kepada kegiatan dan aktivitas yang lebih produktif, yang lebih bisa membaikkan masyarakat,” papar Syarifuddin Yunus.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA