Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Selasa, 19 Rajab 1440 / 26 Maret 2019

Pertama dalam 27 Tahun, Harga Coca-Cola di Jepang Naik

Sabtu 12 Jan 2019 13:21 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Ani Nursalikah

Kemasan Coca Cola di Jepang.

Kemasan Coca Cola di Jepang.

Foto: Sora News
Masyarakat Jepang sangat jarang membeli minuman ringan dalam botol besar.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Menaikkan harga produk secara berkala sebagai penyesuaian ongkos produksi adalah hal yang lumrah dalam menjalankan bisnis. Namun percayakah Anda ada satu produk yang harganya tak pernah naik sejak 27 tahun silam?

Itulah yang terjadi pada Coca-Cola yang dijual di Jepang. Sejak 1993, harga minuman ringan ini selalu stabil. Satu-satunya yang menyebabkan harganya naik hanya karena pemerintah Jepang menaikkan pungutan pajak. Akan tetapi, rekor harga yang stagnan itu sudah berakhir mulai 1 Januari lalu. Produsen memutuskan menaikkan harga Coca-Cola.

"Akhir-akhir ini biaya distribusi makin meningkat dan harga bahan-baku produk juga mulai menanjak. Kami berupaya agar perusahaan menyesuaikan keadaan ini dengan mengembangkan efisiensi produksi dan operasional. Akan tetapi, situasi sekarang membuat posisi sulit sehingga kami membuat kebijakan ekstrem. Jadi, kami akan merevisi harga produk," demikian pernyataan resmi Coca-Cola Bottlers Japan dikutip dari Sora News.

Pemberlakuan harga baru tersebut akan dimulai pada 1 April mendatang. Di Jepang, tahun awal bisnis perusahaan umumnya dimulai pada April. Coca-Cola Jepang akan menaikkan varian produk kemasan botol 1,5 liter dan dua liter sebanyak 20 yen.

Botol Coca-Cola ukuran 1,5 liter yang semula harganya 320 yen akan naik menjadi 340 yen. Untuk ukuran dua liter, harganya naik dari 340 yen menjadi 360 yen.

Sprite, Canada Dry, Fanta, dan minuman jus soda Qoo yang semuanya didistribusikan oleh Coca Cola Bottlers Japan juga mengalami penyesuaian harga serupa. Akan tetapi, naiknya harga minuman ringan ukuran besar itu diprediksi tak akan banyak memengaruhi angka penjualan.

Di Jepang, masyarakatnya sangat jarang membeli minuman ringan dalam botol besar. Mereka terbiasa membeli minuman botol dan kaleng dalam ukuran kecil di mesin penjual otomatis (vending machine).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA