Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Bajaj Online Jadi Daya Tarik Wisata Baru Ibu Kota

Selasa 25 Jun 2019 08:33 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

Bajaj biru terparkir disamping bangkai bajaj oranye di Kawasan Roxy, Jakarta, Ahad (4/3).

Bajaj biru terparkir disamping bangkai bajaj oranye di Kawasan Roxy, Jakarta, Ahad (4/3).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Bajaj online diharap bisa menambah pengalaman unik wisatawan di Ibu Kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Grab bersama Kementerian Pariwisata Indonesia meluncurkan terobosan moda transportasi umum lokal ikonik yaitu fitur GrabBajaj di Jakarta, GrabBetor di Medan dan GrabBentor di Gorontalo. Terobosan ini bertujuan untuk menggenjot pariwisata lokal dengan moda transportasi lokal ikonik.

Baca Juga

Presiden of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata mengungkap, terobosan ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Grab dan Kementerian Pariwisata untuk mendukung program Wonderful Indonesia. Fitur ini juga diharapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan dan menambah pengalaman unik bagi 20 juta wisatawan mancanegara yang ditargetkan datang ke Indonesia sepanjang tahun 2019. Serta agar transportasi lokal bisa 'naik kelas'.

"Siapa bilang kendaraan roda tiga ketinggalan zaman. Dengan teknologi bajaj, betor dan bentor bisa lebih mengembangkan potensinya," kata Ridzki di Museum Bank Indonesia Jakarta, Senin (24/6).

Hingga kini, menurut Ridzki, baru ada 50 mitra bajaj yang siap mengantar pengguna GrabBajaj. Sementara untuk mitra Betor alias Becak Motor di Medan sudah mencapai 300-an dan sudah ada sekitar 100 hingga 200-an mitra Bentor di Gorontalo.

Untuk tarif GrabBajaj, pengguna akan dikenakan biaya Rp 3.000 per satu kilometer. Sayangnya untuk rute GrabBajaj masih terbatas dan hanya bisa dipesan untuk rute Stasiun Jakarta Kota, ITC Mangga Dua, Kawasan Mangga Besar, Stasiun Sawah Besar dan Pasar Baru.

"Fokusnya GrabBajaj memang ada dua yaitu menggenjot potensi wisata, dan boleh beroperasi di rute yang diizinkan oleh Dishub DKI," jelas Ridzki.

Dia berharap ke depan akan semakin banyak pengemudi bajaj yang menjadi mitra GrabBajaj. Mengingat berdasar pada data Kementerian Pariwisata, di bulan April 2019, terdapat 1,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Jumlah itu meningkat 0,11 persen dibandingkan dengan bulan April 2018. Karena itu, dengan bertambahnya mitra GrabBajaj akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA