Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Singgah ke Air Terjun Silima Lima

Kamis 20 Jun 2019 16:55 WIB

Rep: Mohammad Akbar/ Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi Air Terjun.

Ilustrasi Air Terjun.

Foto: Antara/Akbar Tado
Untuk mendekati dasar air terjun, kita diajak berjalan melingkar menyusuri punggunga

REPUBLIKA.CO.ID, TAPANULI SELATAN -- Gemuruh air jatuh itu terdengar keras dari kejauhan. Dari titik pengamatan berjarak 100 meter secara garis lurus, terlihat air terjun dengan ketinggian yang ditaksir lebih dari 80 meter. Inilah pesona alam yang telah mengobati perjalanan mengelilingi ekosistem hutan Batang Toru di Sumatra Utara.

Pesona air terjun itu bernama Silima Lima. Secara geografis, air terjun ini berada di Desa Simaninggir, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebagaimana umumnya kawasan Batang Toru, air terjun ini berada di atas ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (dpl). Dari Padang Sidempuan, waktu tempuh menuju air terjun ini hanya sekitar satu sampai 1,5 jam dengan hiasan hamparan sawah maupun pegunungan di sepanjang perjalanannya.

Sementara itu, dari kejauhan, air terjun ini terlihat menyembul dari lembah sempit yang diapit oleh dua buah gunung, yakni Gunung Sibuali-buali dan Gunung Lubuk Raya. Untuk mendekati lokasi air terjun ini, dibutuhkan usaha yang cukup menguras tenaga. Tapi, jangan terlalu cemas untuk menuju lokasi titik dasar air terjun itu karena pihak pengelola sudah menyiapkan track yang ditata secara bersahabat untuk setiap pengunjung.

Lintasan menuju air terjun itu sudah dibuat anak tangga dari bahan cor semen. Setiap anak tangga hanya setinggi sekitar 10-20 sentimeter. Ketinggian ini memungkinkan para pengunjung untuk melangkah secara santai. Lalu, untuk memberikan rasa aman, di salah satu sisinya dibuatkan besi pembatas. Fungsinya, bisa menjadi penopang buat berjalan kaki maupun keamanan bagi para pengunjung agar tidak terperosok ke bibir jurang.

Ya, untuk mendekati dasar air terjun itu, kita memang diajak untuk berjalan melingkar menyusuri punggungan bukit. Di sepanjang perjalanan, mata para pengunjung akan dilenakan oleh panorama vegetasi tumbuhan yang didominasi warna hijau. Vegetasi tanaman di sekitar lokasi sebagian besar adalah pohon pohon tinggi yang bisa mencapai ketinggian hingga lima meter lebih.

Rapatnya vegetasi tanaman itu membuat perjalanan Republika pada saat siang hari menjadi tidak terasa panas menyengat. Namun demikian, perjalanan yang dinaungi pepohonan hutan itu bukan berarti menjadi bebas keringat. Saat mulai menapaki deretan anak tangga yang mengular itu, di sanalah cucuran butiran keringat hingga sebesar biji jagung mulai membasahi sekujur tubuh.

Berselaras dengan cucuran keringat yang menderas, degup jantung pun terasa mulai mengeluarkan suara khas. Ah, alunan jantung ini seakan-akan berdetak begitu cepat dan kencang layaknya sound system stereo yang didengarkan di gendang telinga. Kucuran keringat dan degup jantung itu akan bisa dialami jika berjalan santai hingga setengah jam ketika menyusuri anak-anak tangga.

Meski rasa lelah sempat menemani perjalanan menyusuri anak tangga, semuanya seakan dibayar lunas saat tiba di dekat dasar air terjun. Tumpukan bebatuan besar dengan diameter bervariasi mulai dari semeter hingga bentangan dua tangan orang dewasam enjadi penghias dari dasar air terjun. Bahkan, di salah satu titik, para pengunjung yang ingin menikmati dingin dan beningnya air terjun Silima Lima dapat merasakannya langsung. Inilah pesona alam yang tersembunyi di dalam hutan Batang Toru.

Sebenarnya, air terjun semacam ini sangat banyak di kawasan Batang Toru. Untuk yang tingginya di atas 50 meter, ada sekitar lima air terjun, kata Darma Bakti Siregar yang menjadi tokoh adat dari wilayah Marancar.

Sejauh ini, kata Darma, pengelolaan air terjun ini sudah dikelola secara baik oleh pihak pemerintah setempat. Untuk peran dari warga, biasanya hanya menjaga hutan saja, kata pria yang didaulat sebagai Raja Luwat Marancar. Ini merupakan kekuasaan secara adat yang membawahi wilayah Batang Toru.

Bagi pengunjung yang gemar berswafoto, pihak pengelola juga menghadirkan sebuah jembatan yang panjangnya sekitar 50 meter. Jembatan dengan alas tapaknya terbuat dari kayu dan pegangan terbuat dari besi ini memiliki lokasi yang cukup eksotis untuk mengabadikan gambar dengan background air terjun.

Lokasinya bagus untuk selfie, kata Arrum Harahap, pria asal Padangsidempuan yang menjadi teman perjalanan menyusuri Batang Toru ini. Meski pemandangan yang disajikan di tempat ini terbilang bagus, agaknya pihak pengelola masih kurang dalam memberikan penjelasan terkait lokasi destinasi wisata ini. Hal ini terlihat dari tidak adanya narasi apa pun tentang air terjun Silima Lima maupun pemandu di sekitar lokasi.

Walau demikian, untuk masuk ke lokasi air terjun ini, para pengunjung tidak dipungut biaya dan hanya mengeluarkan ongkos parkir yang dikelola oleh anak-anak muda setempat. Masih dibiarkan secara swadaya masyarakat saja, sehingga terlihat sekali pengelolaannya masih belum berorientasi untuk menggaet wisatawan. Ini harusnya jadi catatan penting buat pihak pemda, kata Arrum.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA