Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Jumlah Wisatawan di Bantul Saat Libur Lebaran Lebihi Target

Senin 17 Jun 2019 11:38 WIB

Red: Ani Nursalikah

Lebaran di Pantai Parangtritis. Warga memadati kawasan wisata Pantai Parangtritis di Bantul, Yogyakarta, Jumat (7/6/2019).

Lebaran di Pantai Parangtritis. Warga memadati kawasan wisata Pantai Parangtritis di Bantul, Yogyakarta, Jumat (7/6/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Dinas Pariwisata Bantul mencatat terkumpul retribusi sedikitnya Rp 2 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata beretribusi di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama libur Idul Fitri dan libur sekolah 2019 telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah setempat.

"Dari 5 sampai 15 Juni jumlah kunjungan ke objek wisata beretribusi ke pemda Bantul sebanyak 293.005 pengunjung, target kita sebanyak 260 ribu pengunjung," kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Senin (17/6).

Menurut dia, di wilayah Bantul terdapat dua macam objek wisata, yaitu objek wisata beretribusi atau yang diberlakukan tiket masuk oleh pemerintah daerah dan objek wisata non-retribusi seperti desa-desa wisata yang dikelola kelompok masyarakat setempat. Ia mengatakan, realisasi kunjungan 293.005 pengunjung selama libur Lebaran itu mayoritas atau 90 persen lebih berasal dari kawasan wisata Pantai Parangtritis yang termasuk Pantai Parangkusumo, Pantai Depok, dan wisata Gumuk Pasir.

"Kawasan Pantai Parangtritis dikunjungi sebanyak 219.450 orang, kawasan Pantai Samas dan wilayah barat (Pantai Gua Cemara, Pantai Baru) sebanyak 70.241 orang, kemudian wisata alam Goa Selarong dan Goa Cerme dikunjungi 3.314 orang," katanya.

Dengan kunjungan wisatawan sekian tersebut, maka Dinas Pariwisata Bantul mencatat pendapatan dari penarikan retribusi sedikitnya mencapai Rp 2 miliar lebih, mengingat untuk objek wisata pantai selatan tarif retribusi sebesar Rp 10 ribu per orang.

"Sedangkan jumlah kunjungan di tempat wisata non-retribusi seperti di desa-desa wisata dan wisata Mangunan masih kami olah datanya dan belum bisa kami laporkan," katanya.

Dia juga mengatakan, dalam menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2019 itu, meningkatkan pelayanan dengan menambah petugas pemungut retribusi, dan melibatkan unsur keamanan baik dari aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan. "Kemudian untuk kelancaran kegiatan berwisata di objek wisata kita melibatkan pengawasan dari tim SAR (pencarian dan pertolongan) dan beberapa organisasi terkait yang ikut membantu pengendalian," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA