Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Kerusakan Mesin Diduga Penyebab Ambruknya Komidi Putar PRJ

Rabu 12 Jun 2019 15:36 WIB

Red: Bayu Hermawan

Garis polisi.   (ilustrasi)

Garis polisi. (ilustrasi)

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Polisi telah memeriksa tiga orang terkait peristiwa ambruknya komidi putar PRJ.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wahana komidi putar di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) ambruk pada Senin (10/6) malam lalu. Pihak kepolisian menduga wahana itu ambruk karena kerusakan mesin.

Kapolsek Kemayoran Kompol Syaiful Anwar mengatakan, mesin komidi putar yang mati secara mendadak itu menyebabkan besi penyangga wahana tidak kuat menahan beban hingga akhirnya ambruk. "Mesinnya mati mendadak, (komidi putar) akhirnya berhenti dan ambruk," katanya, Rabu (12/6).

Ambruknya komidi putar ini menyebabkan empat orang pengunjung PRJ menderita luka ringan. "Hanya luka lecet-lecet saja," ucapnya.

Keempat korban luka dalam peristiwa tersebut yakni, Ita (41) yang mengalami luka lecet di bagian mata kaki sebelah kanan, Nisa (30) yang mengalami luka memar pada bagian tangan, Jumaidi (30) yang menderita luka lecet pada lutut bagian kiri dan seorang anak bernama Noval (12) yang mengalami bengkak pada bagian tangan kiri.

Syaiful melanjutkan, pihaknya telah memeriksa tiga orang terkait peristiwa itu. "Sudah kita periksa tiga orang, satu penanggung jawab lapangan, dan dua orang saksi," ujarnya.

Kompol Syaiful mengatakan pihaknya juga telah melayangkan surat pemanggilan kepada atasan penanggung jawab lapangan PRJ. "Satu orang lagi kita panggil, atasannya (penanggung jawab lapangan), tapi belum, kita akan kirimi panggilan dulu," ujar Syaiful.

Syaiful juga tidak menutup kemungkinan bertambahnya saksi yang akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan seiring dengan perkembangan penyelidikan.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA