Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Berlebaran di Geylang Serai dan Kampung Glam Singapura

Selasa 21 May 2019 09:28 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Indira Rezkisari

Masjid Sultan Singapura

Masjid Sultan Singapura

Foto: Wikipedia
Ramadhan dan Lebaran tetap terasa meriah di beberapa titik Singapura.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menikmati puasa di negeri orang dan berlebaran di sana menjadi sebuah tantangan tersendiri. Salah satu negeri yang menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi dan melewatkan puasa dan Lebaran, adalah Singapura.

Area Director Singapore Tourism Board, Raymond Lim menuturkan, meskipun Singapura tak memiliki kegiatan khusus untuk memperingati Idul Fitri, namun Singapura memiliki beberapa tempat yang bisa dikunjungi untuk memaknai Ramadhan dan Lebaran dengan suasana syahdu. Tempat-tempat wisata itu adalah Geylang Serai dan Kampung Glam.

“Kami tidak memiliki acara khusus untuk Ramadhan. Setiap bulan itu banyak acara. Tapi kita tahu, walaupun Singapura memiliki populasi Muslim yang kecil, tapi suasana Ramadhan akan tetap dirasakan terutama di Kampung Glam dan Geylang Serai,” jelas Raymond.

Menurutnya, dekorasi pada kedua tempat wisata itu benar-benar bernuansa Ramadhan yang menyejukkan. Di Geylang Sarai sendiri, diadakan pasar terbesar di Asia Tenggara.

Pada bazar itu, kata dia, tak hanya ada banyak barang dijual untuk para Muslim. Akan tetapi juga kuliner dari Melayu dan kuliner modern yang halal juga dijual dan dapat dinikmati untuk berbuka dan berlebaran.

Sementara, di Kampung Glam terdapat Masjid Sultan. “Di situ memang ada pemukiman Muslim yang tumbuh secara historis memang ada komunitas muslim, termasuk wisata kuliner juga. Kampung Glam, selain ada nuansa muslim, juga banyak cafe-cafe dengan live musik. Lalu , banyak restoran halal yang tradisional ataupun modern,” ungkapnya.

Meskipun demikian, dia juga tak memungkiri tak ada program khusus Ramadhan untuk mendorong jumlah traveler Muslim Indonesia. Hanya saja, kata dia, sejak Maret dan April kemarin tiket ke Singapura sudah banyak diborong sampai Juni.

“Jumlah turis Muslim ke Singapura itu masih konstan, artinya mereka berkunjung ke Singapura tidak hanya Ramadhan saja,” ungkap dia.

Geylang Serai merupakan jantung komunitas Melayu di Singapura  Di sinilah, penduduk asli Singapura, Indonesia dan Malaysia menetap setelah Inggris menarik diri dari Singapura.

Geylang Serai merupakan pemukiman Melayu di muara Sungai Singapura pada tahun 1840-an. Pada awal 1920-an, lebih banyak orang Melayu pindah ke daerah tersebut.

Selama Ramadhan, jalan-jalan di Geylang Serai penuh dengan lampu jalan tahunan. Di sana juga terdapat sebuah pasar malam yang besar dipenuhi dengan kios-kios yang menjual mulai dari pakaian etnik tradisional dan perabot rumah hingga berbagai macam makanan ringan Melayu memikat orang-orang dari semua lapisan masyarakat untuk berkumpul dan menikmati perayaan.

Sementara, pasar di Geylang Serai sendiri merupakan satu-satunya pasar basah dan pusat makanan halal di Indonesia Singapura. Ini adalah salah satu tempat terbaik untuk berbelanja bahan-bahan dengan berbahasa Melayu dan Malaysia.

Di sana, juga menjual segala macam kebutuhan dapur sehari-hari, termasuk produk dan daging segar, dan beragam  kain dan bahan dekoratif. Hidangan makanan yang dijual juga memiliki banyak pilihan.

Contohnya adalah nasi lemak yang disajikan dengan berbagai lauk, rendang daging santan dan rempah-rempah, asam pedas stingray atau ikan pari. Selain itu, hidangan nasi berbumbu India dengan daging atau sayuran juga disediakan, dan juga pisang goreng.

Lalu, pada tempat wisata Kampung Glam, terdapat dua bangunan terkenal utama. Yaitu, Masjid Sultan yang megah dan Istana Kampong Gelam atau Kampung Glam.  

Istana Kampung Gelam dulunya adalah istana sultan. Akan tetapi sekarang telah dipulihkan sebagai Pusat Warisan Melayu setelah dihuni oleh orang-orang Arab, Boyanese, Bugis dan Jawa.

Bagi para penikmat belanja, disarankan untuk menuju ke Haji Lane yang penuh warna. Di sana terdapat butik-butiknya yang unik, bar dan kafe modern, di mana mereka bisa mengambil barang-barang tradisional dari Arab Street dan Bussorah Street.

Kampong Glam benar-benar menjadi hidup selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pasar malam dekat Masjid Sultan memikat penduduk setempat dan pengunjung dengan makanan Melayu yang lezat.

Di Kampung Glam, terdapat dua jalan yang terkenal untuk dikunjungi. Yaitu, Arab Street dan Haji Lane.

Arab Street diisi oleh banyak penjual yang menjual  kain berwarna cerah dan tekstil, keranjang, Permadani Persia, teh Arab aromatik, serta barang tradisional lainnya seperti karpet Persia, gaun kebaya atau pakaian nonya tradisional dan parfum buatan tangan.  Daerah ini juga memiliki banyak restoran halal yang menyajikan makanan melayu dan Timur Tengah.

Sementara, Haji Lane sendiri berjajar toko multi-label, butik unik,  serta bar dan kafe modern. Haji Lane juga menampilkan koleksi mural seni jalanan dengan warna-warna yang cerah yang menghiasi bar dan toko di sepanjang jalan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA