Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Arkeolog Protes Pembangunan Bandara di Machu Picchu

Kamis 16 May 2019 22:38 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Christiyaningsih

Kota tua Machu Picchu

Kota tua Machu Picchu

Foto: famouswonder
Machu Picchu adalah reruntuhan suku Inca dan menjadi daya tarik wisata

REPUBLIKA.CO.ID, PERU -- Arkeolog, sejarawan, dan ahli konservasi di Peru bersatu untuk mengajukan petisi menentang bandara baru di Machu Picchu. Machu Picchu adalah reruntuhan suku Inca yang terkenal dan menjadi daya tarik wisata paling terkenal di Peru.

Baca Juga

Machu Picchu berhasil mendatangkan hampir 1,5 juta orang pada 2017. Untuk membawa lebih banyak orang ke sana, pemerintah Peru telah memulai pembangunan bandara yang memungkinkan penerbangan internasional langsung.

Rencana pembangunan bandara sudah diumumkan sejak 2012. Tetapi baru awal tahun ini buldoser tiba untuk mulai membuka lahan di sebuah kota Inca yang dianggap sebagai pintu gerbang ke the Sacred Valley.

Untuk sampai ke Machu Picchu, saat ini wisatawan harus terbang ke Bandara Cusco. Bandara itu terletak sekitar 50 mil dari arah selatan situs. Dari sana, ada kereta atau bus yang akan membawa pengunjung ke benteng kuno.

Bandara hanya memiliki satu landasan pacu dan hanya mampu menampung pesawat kecil. Tetapi Bandara Chinchero, bandara baru yang diusulkan nanti, akan mampu menampung pesawat lebih besar dan memungkinkan penerbangan langsung dari Amerika Serikat.

Hampir enam ribu orang telah menandatangani petisi untuk menghentikan pembangunan bandara. Mereka mengatakan proyek itu menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada budaya Peru dan soal kemanusiaan.

“Ini adalah lanskap yang dibangun, ada teras dan rute yang dirancang oleh suku Inca. Menempatkan bandara di sini akan menghancurkannya,” kata sejarawan seni Peru di Universitas Cambridge Natalia Majluf pada The Guardian dikutip Travel and Leisure, Kamis (16/5).

Beberapa orang takut bandara internasional baru akan menciptakan badai bisnis yang bersaing untuk penghasilan di sektor pariwisata, dengan hotel dan restoran berantai bermunculan dalam semalam. Pemrotes lain menyatakan keprihatinan bahwa kebisingan dari bandara akan membawa polusi suara dan udara ke beberapa situs paling suci dan bersejarah di Peru.

Pemerintah Peru masih berencana untuk bergerak maju dengan proyek tersebut. Perataan tanah ini diharapkan akan sepenuhnya selesai pada September.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA