Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Amsterdam akan Atur Turis demi Pariwisata Berkualitas

Selasa 14 May 2019 09:43 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Christiyaningsih

Amsterdam. Ilustrasi.

Amsterdam. Ilustrasi.

Foto: flickr
Belanda menyambut 18 juta pelancong global pada 2017 silam

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Belanda merupakan negara yang hanya memiliki luasan 16.412 mil persegi. Namun entah bagaimana, negara ini berhasil menyambut 18 juta pelancong global pada 2017. Banyak wisatawan berbondong-bondong ke Amsterdam. Ibu kota negara itu terkenal sebagai kota yang mencintai kesenangan.

Dilansir Travel and Leisure, Belanda mengharapkan jumlah wisatawan meningkat sebesar 50 persen pada 2030. Dewan Pariwisata setempat rupanya tidak melihat peningkatan itu sebagai hal yang baik.

Dewan Pariwisata justru ingin mereka bergerak menjauh dari tujuan promosi dan menuju tujuan manajemen pariwisata. Dewan Pariwisata khawatir kepadatan penduduk dan peningkatan wisatawan akan menyebabkan hilangnya pariwisata yang berkualitas.

Artinya, alih-alih secara aktif mempromosikan pariwisata, upaya akan difokuskan pada peningkatan kemampuan hidup negara, meningkatkan tujuan keberlanjutan, dan menciptakan peluang kerja. Mereka berharap untuk fokus kembali pada menarik apa yang mereka sebut 'turis berkualitas'. Turis berkualitas itu artinya pengunjung yang menambah nilai ketika mereka bepergian dan tidak menimbulkan masalah.

Akan tetapi di sisi lain, dokumen menyatakan bahwa mereka akan berhenti secara aktif menarik kelompok pengunjung yang mengganggu atau tidak menambah nilai yang cukup. Dewan Pariwisata juga berharap dapat memikat para wisatawan untuk melihat bagian-bagian yang kurang dikunjungi di Belanda. Destinasi yang jarang dikunjungi itu akan dijadikan sebagai tujuan populer.

Contohnya adalah taman bohlam Keukenhof dan distrik kincir angin Kinderdijk. Saat ini Amsterdam telah menanggung beban terbesar efek samping dari pariwisata massal.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA