Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Pesona Baru Jam Gadang Bukittinggi

Ahad 14 Apr 2019 11:26 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Indira Rezkisari

Pengunjung menikmati kawasan pedestrian Jam Gadang, di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Pengunjung menikmati kawasan pedestrian Jam Gadang, di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Foto: Antara
Jam Gadang disebut sebagai kembaran Big Ben di London.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITINGGI -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan objek wisata budaya Jam Gadang kini semakin indah dan eksotik setelah mengalami revitalisasi beberapa bulan lalu. Jam Gadang sekarang dihiasi dengan tarian air mancur yang disertai kerlap kerlip lampu berwarna warni.

Baca Juga

Kemudian bentuk taman yang ada di sekelilingnya juga diperbarui sehingga ikon Kota Wisata tersebut kini menjadi lebih menarik. Irwan berharap dengan revitalisasi Jam Gadang ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Bukitinggi.

"Ini tentunya akan menjadi lokasi tujuan kunjungan bagi masyarakat wisatawan. Mereka bisa  menyaksikan langsung keberadaan air mancur menari yang warna-warni dan juga air terjun bertingkat yang cukup indah di taman pelestrian Jam gadang," kata Irwan, Ahad (14/4).

Sejak dulu kata Irwan sebelum revitalisasi besar-besaran, Jam Gadang memang sudah menjadi tujuan bagi wisatawan. Karena jam gadang ini saksi sejarah Kota Bukitinggi sejak dari zaman penjajahan sampai sekarang.

Jam Gadang ini merupakan hadiah dari Ratu Wilhelmina dari Belanda untuk sekretaris (controleur) Kota Bukittinggi (Fort de Kock) yang menjabat saat itu yakni HR Rookmaaker. Jam Gadang Bukittinggi disebut-sebut sebagai kembarannya Big Ben di Inggris, karena kedua jam tersebut sama-sama dibuat oleh Vortmann Relinghausen dari Jerman. Barang langka ini hanya diproduksi dua unit saja.

Sementara bangunan Jam gadang ini dibangun oleh arsitek asli Minangkabau, Jazid Rajo Mangkuto Sutan Gigi Ameh. Ia selesai membangunnya pada  tahun 1926 dengan menghabiskan dana mencapai 3.000 Gulden

Keunikan dari Jam Gadang ini yaitu pada angka empat huruf romawi yaitu IIII bukan IV. Hal ini menjadi alasan kenapa wisatawan harus memilih Bukittinggi sebagai destinasi wisata untuk melihat langsung keunikan Jam Gadang ini.

Irwan berharap suasana baru Jam Gadang membuat wisatawan semakin ramai ke Bukittinggi dan Sumbar. Meningkatnya jumlah wisatawan kata akan akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat terutama yang bergerak di sektor UMKM.

Selama ini selain sebagai kota wisata alam dan budaya, Bukittinggi kata Irwan juga dikenal sebagai surga kuliner.

"Setiap wisatawan yang berkunjungan sebelum menikmati kuliner dan membawa oleh-oleh Bukittinggi tentu belumlah sempurna, karena itu jangan malu-malu berbelanja di Bukittinggi menikmati kesejukan, keindahan alam serta lezatnya dan nikmatnya kuliner yang ada disini," ucap Irwan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA