Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Selasa, 16 Ramadhan 1440 / 21 Mei 2019

Barack Obama Jelaskan Pentingnya Melakukan Perjalanan

Senin 08 Apr 2019 08:29 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Tokoh penting sekalipun membutuhkan liburan. Seperti mantan presiden AS Barack Obama yang berlibur ke Candi Borobudur, Yogyakarta, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Tokoh penting sekalipun membutuhkan liburan. Seperti mantan presiden AS Barack Obama yang berlibur ke Candi Borobudur, Yogyakarta, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Foto: AP
Perjalanan wisata disebut Obama bantu ubah pandangan tentang dunia lain.

REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama baru saja membuka cerita tentang pentingnya perjalanan atau pergi berwisata. Ia juga membagikan daftar perjalanan yang paling ingin dikunjunginya.

Baca Juga

Obama sangat percaya kekuatan perjalanan adalah untuk memperluas pandangan dunia orang-orang dan meruntuhkan hambatan geopolitik. Ia membagikan beberapa pendapat bijaknya tentang perjalanan di World Travel and Tourism Council Global Summit.

Dalam percakapan dengan CEO Hilton Christopher Nasetta, Obama mengungkapkan perjalanan untuk mengingatkan orang-orang akan nilai keanekaragaman di tengah Xenofobia (ketidaksukaan terhadap orang-orang dari negara lain) dan nasionalisme yang tumbuh. “Saya percaya menyatukan orang-orang daripada memisahkan mereka,” kata Obama, dilansir dari Travel and Leisure, Senin (8/4).

“Jika kita mencoba menegaskan kembali, menetapkan batas saat teknologi dan informasi tidak memiliki batas, kita tidak hanya akan gagal tetapi juga akan melihat konflik yang lebih besar dan bentrokan antara masyarakat,” ujarnya lagi.

Perubahan iklim, pergolakan politik, dan bias diperkuat oleh media sosial. Tetapi, Obama tetap optimistis tentang komitmen generasi muda terhadap perubahan.

Mereka, kata Obama, mengerti secara naluriah bahwa dunia itu satu. “Batas-batas nasional dan perbedaan etnis serta agama tidak mencegah mereka belajar dari dan berkolaborasi dengan orang lain,” kata pria kelahiran Honolulu, 4 Agustus 1961 ini.

Selanjutnya Obama mendesak negara tujuan untuk membuat visa perjalanan lebih banyak tersedia, memberlakukan perlindungan lingkungan yang lebih ketat, dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pelancong wanita. Jika hal itu tidak dilakukan, maka berpotensi mengurangi pasar wisata negara tersebut.

Selain itu, ia bangga dengan perjalanan solonya pergi ke Eropa dan Kenya pada usia-20 an. Obama menyebutnya sebagai pengalaman transformasional yang membentuk pandangan dunia miliknya.

Namun, kenangan perjalanannya yang paling berharga adalah perjalanan bersama Michelle dan anak-anak. Ada sesuatu yang spektakuler tentang melhat tempat baru serta mengalami budaya yang berbeda.

“Tetapi ketika Anda dapat menyaksikan perasaan itu di mata anak-anak Anda, itu lebih istimewa daripada yang lain,” ujarnya.

Kini sasaran perjalanan Obama adalah Taj Mahal di India dan kompleks candi Angkor Wat di Kamboja. Tetapi ia juga berharap untuk menjelajahi hutan belantara Patagonia dan Antartika, dan menjelajahi pedesaan Brasil.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA