Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Muslim Milenial Dorong Wisata Halal Berkembang

Kamis 15 Nov 2018 10:53 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi Muslimah

Ilustrasi Muslimah

Foto: EPA/Mast Irham
Muslim milenial memanfaatkan internet untuk melakukan pencarian liburan yang halal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wisatawan muda Muslim mendorong pertumbuhan untuk pasar perjalanan yang cukup besar. Mereka memanfaatkan internet untuk melakukan pencarian liburan yang halal.

Hal ini didorong oleh meningkatnya ketergantungan pada internet, media sosial, dan smartphone untuk penemuan tempat dan pemesanan perjalanan di kalangan wisatawan milenial dan Gen Z. The Mastercard-Crescent Rating Digital Muslim Travel Report 2018 (DMTR 2018) baru-baru ini mengungkapkan, pengeluaran perjalanan daring oleh wisatawan Muslim diperkirakan akan melebihi 180 miliar dolar AS pada 2026.

Chief Executive Crescent Rating dan Halal Trip Fazal Bahardeen mengatakan, digital adalah sebuah hal yang nyata dan melampaui generasi. Dengan cepatnya perkembangan teknologi dan metode pembayaran serta munculnya penduduk digital Muslim sebagai segmen utama dalam pasar perjalanan halal, prospek ruang digital sangat positif.

"Tujuannya, harus memastikan pesan mereka menjangkau wisatawan Muslim melalui saluran online," kata Bahardeen, dikutip dari Star2, Kamis (15/11).

Tahun lalu, diperkirakan ada 131 juta kedatangan pengunjung Muslim secara global. Penelitian Crescent Rating menunjukkan, lebih dari 60 persen wisatawan Muslim adalah milenial atau Gen Z.

Menurut DMTR 2018, kata kunci yang ditemukan adalah peran situs daring dan alat yang lebih dalam memungkinkan Muslim dalam industri pariwisata merencanakan dan melakukan perjalanan mereka dengan lebih baik. Wakil Presiden Mastercard Pengembangan Pasar Devesh Kuwadekar mengatakan, wisatawan Muslim yang lebih muda memilih platform daring saat merencanakan liburan halal.

"Wisatawan Muslim menghabiskan lebih banyak waktu untuk meneliti dan membandingkan informasi daring sebelum mereka akhirnya memilih dan membayar pengalaman perjalanan ideal mereka," kata Kuwadekar.

Kuwadekar mengatakan, telah terjadi peningkatan penggunaan pembayaran digital tanpa uang melalui opsi prabayar dan debit. Sementara, generasi milenial memimpin sebagian besar penggunaan. Generasi lain juga menggunakan media digital dan teknologi dengan cara yang serupa.

Selain menggunakan alat untuk memesan perjalanan, wisatawan Muslim menyesuaikan diri dengan layanan jejaring sosial untuk tetap terhubung dan berbagi cerita dengan keluarga dan teman. Devesh menambahkan, pasar perjalanan halal terus menunjukkan pertumbuhan positif yang luar biasa.

"Pasar perjalanan halal terus menjadi salah satu segmen perjalanan yang paling cepat berkembang secara global dengan kedatangan pengunjung Muslim mewakili sekitar 10 persen dari keseluruhan industri perjalanan global pada 2017," kata Devesh.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA