Kamis, 14 Rajab 1440 / 21 Maret 2019

Kamis, 14 Rajab 1440 / 21 Maret 2019

Menjajal Skytrain dan MRT di Ibu Kota Negeri Gajah Putih

Rabu 20 Feb 2019 21:00 WIB

Red: Ani Nursalikah

BTS Skytrain di Bangkok, Thailand.

BTS Skytrain di Bangkok, Thailand.

Foto: Wikipedia
BTS Skytrain dan MRT memudahkan warga Bangkok dan turis asing berpindah tempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jauh sebelum Jakarta akhirnya akan memiliki Moda Raya Terpadu (MRT), yang rencananya akan diresmikan Maret mendatang, kota-kota lain di Asia Tenggara sudah memiliki sistem tersebut sejak bertahun-tahun silam, salah satunya Bangkok.

Ibu kota Thailand ini memiliki sistem Bangkok Mass Transit System, biasa dikenal sebagai BTS atau Skytrain oleh warga setempat. Selain Skytrain, Bangkok juga punya sistem Metropolitan Rapid Transit alias MRT yang diresmikan beberapa tahun sejak BTS hadir.

Skytrain Bangkok beroperasi sejak akhir 1999. MRT Bangkok menyusul pada 2004. Perbedaan yang mencolok dari kedua moda transportasi ini adalah di mana mereka beroperasi.

Seluruh kereta Skytrain, seperti namanya, melewati jalur melayang yang melintasi kota. MRT beroperasi sepenuhnya di bawah tanah.

Kedua gaya itu diadopsi di MRT Jakarta yang jalurnya berada di bawah tanah juga melayang. Penumpang bisa menyaksikan perubahan pemandangan dari gelap gulita bawah tanah hingga suasana kota yang berlatar langit cerah.

Baik BTS Skytrain maupun MRT memudahkan warga Bangkok dan turis asing untuk berpindah tempat di kota yang lalu lintasnya sering macet, meski tidak separah Jakarta. Mereka yang baru tiba di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, bisa langsung mengarah ke pusat kota dengan kereta bandara yang jalurnya terhubung dengan MRT (Stasiun Petchaburi) dan BTS Skytrain (Stasiun Phayathai).

Bagi turis yang ingin mengunjungi pusat perbelanjaan yang mengepung kawasan Siam, BTS Skytrain jadi transportasi yang bisa diandalkan karena melewati rute-rute favorit wisatawan. "Saya lebih sering naik Skytrain selama di Bangkok," ujar Talita, turis asal Brasil yang menjelajahi Asia selama tiga bulan. Bangkok adalah tempat terakhir dalam rencana perjalanannya sebelum pulang kembali ke negara asal.

Bagi warga setempat, pilihan moda transportasi ini tergantung pada lokasi mereka beraktivitas. Mereka yang bekerja atau bersekolah di tempat yang lebih dekat dengan stasiun BTS Skytrain tentu lebih sering menaiki kereta melayang itu, begitu pula sebaliknya.

"Kalau mau pergi ke tempat spesifik yang lebih dekat dengan MRT, pastinya saya naik MRT. Tapi biasanya saya lebih suka Skytrain karena rutenya menjangkau daerah yang lebih luas," ujar Im Wanwadee, warga Bangkok yang kediamannya dekat dengan stasiun BTS Nana.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA