Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Hotel Berkonsep Tergantung Segera Hadir di Purwakarta

Rabu 05 Jul 2017 22:01 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Nidia Zuraya

Hotel dengan konsep tergantung di pegunungan Andes, Peru.

Hotel dengan konsep tergantung di pegunungan Andes, Peru.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA -- Pemkab Purwakarta, berupaya menambah fasilitas di lokasi objek wisata Rock Climbing Gunung Parang, Kecamatan Tegalwaru. Fasilitas terbaru itu, yakni hotel tergantung.

Saat ini, pembangunan hotel di antara bebatuan andesit gunung tersebut sedang dikerjakan. Anggaran pembangunan hotel tergantung itu digadang-gadang mencapai Rp 15 miliar.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan, Gunung Parang ini disebut-sebut sebagai rock climbing terbesar kedua di Benua Asia. Ketinggian gunung berbatu andesit ini mencapai 900 meter di atas permukaan laut. Sejak lama, gunung ini sering didatangi wisatawan, baik asing maupun lokal.

"Wisatawan yang datang ke Gunung Parang, tidak lain untuk menguji adrenalin mereka dalam hal memanjat," ujar Dedi, kepada Republika, Rabu (5/7).

Untuk memanjakan para wisatawan ini, pihaknya ingin fasilitas penunjangnya dilengkapi. Salah satunya, dengan adanya hotel tergantung. Rencananya, akan ada 10 unit dulu. Ketinggian hotel ini akan berbeda-beda. Semakin tinggi, harga sewanya akan lebih mahal. Sebab, wisatawan bisa melihat pemandangan seluas 360 derajat.

Untuk pembangunan hotel ini, anggarannya sharing antara pemerintah dengan investor. Totalnya, yakni mencapai Rp 15 miliar. Saat ini, pembangunannya sedang dimulai. Adapun target pembangunannya selesai akhir September mendatang.

"Hotel tergantung ini, fasilitasnya sama dengan hotel berbintang lainnya. Pokoknya, wisatawan tak akan kecewa menginap di hotel ini," ujar Dedi.

Sementara itu, pengelola kawasan wisata Gunung Parang Purwakarta, Dhany Daelami, mengatakan, tak hanya hotel tergantung, fasilitas lainnya tersedia di kawasan ini. Seperti, arena berkemah di kaki gunung tersebut. Tentu saja, objek utamanya yaitu memanjat gunung batu andesit ini dengan ketinggian puncaknya sampai 900 mdpl.

"Wisata yang kami tawarkan berbasis alam. Jadi, yang suka dengan alam dan tantangan, datang saja ke Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru," ujarnya.

Terkait dengan hotel tergantung, Dhany, menyebutkan, fasilitas ini memiliki keamanan berstandar internasilnal. Layaknya hotel tergantung di berbagai negara lain. Seperti, Peru dan Amerika Utara.

Setiap ruangan, dibangun dari rangka besi dan ditempelkan dengan alat khusus ke bebatuan andesit tersebut. Adapun bahan-bahan bangunan hotel ini, didatangkan secara impor dari luar negeri. Sehingga, keamanannya terjamin.

"Peminatnya sudah banyak. Tapi, pembangunan hotel ini baru selesai September mendatang," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA