Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Ayo ke Pekan Wisata Kuliner Tradisional di Monas

Jumat 12 Des 2014 13:33 WIB

Red: Esthi Maharani

Kuliner nusantara

Kuliner nusantara

Foto: Rusdy Nurdiansyah/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Indonesia sedang menuju destinasi wisata kuliner terfavorit di dunia. 

Saat ini pemerintah telah mengusahakan dan meningkatkan promosi ke luar negeri dan di dalam negeri serta meningkatkan rasa cinta dan minat masyarakat terhadap kuliner tradisional Nusantara.

"Untuk menuju ke target itu, kami menyelenggarakan Pekan Wisata Kuliner Tradisional Nusantara (PWKTN) yang dilaksanakan dalam rangka Program 100 Hari (Quick Wins) Kabinet Kerja 2014-2019, pada 12 sampai 14 Desember 2014 di Plasa Barat Monumen Nasional (MONAS)," kata Menpar Arief Yahya saat membuka Pekan Wisata Kuliner Tradisional Nusantara 2014 di Jakarta, Jumat (12/12).

Sebagai ajang promosi kuliner nusantara, acara PWKTN terdiri atas beberapa kegiatan, yakni Festival kuliner nusantara yang menampilkan makanan khas dari 34 provinsi di Indonesia dan Lomba Masak makanan tradisional Indonesia (bekerja sama dengan Djarum Foundation).

Selain itu ada "Talkshow" bertemakan pengembangan kuliner tradisional Indonesia yang diinisiasi oleh asosiasi dan komunitas kuliner seperti Asosiasi Kuliner Indonesia, Akademi Gastronomi Indonesia, Aku Cinta Masakan Indonesia, Omar Niode Foundation, dan Young Chef Club Indonesia.

Acara juga dirangkai dengan Demo Masak yang menampilkan Masterchef Junior Indonesia yang memasak makanan tradisional Indonesia.

"Diharapkan, acara ini dapat memberikan semangat masyarakat untuk semakin mencintai budaya Indonesia melalui makanan serta mampu mendorong pemerintah daerah untuk ikut aktif dalam mengembangkan potensi wisata kuliner daerahnya masing-masing," katanya.

Ia juga berharap kegiatan itu mampu memperkenalkan potensi dan kekayaan kuliner nusantara kepada masyarakat luas dan membangkitkan gairah industri kuliner di Indonesia.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA