Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Sunday, 12 Jumadil Akhir 1440 / 17 February 2019

Duh, Bunaken Kotor di Mata Wisatawan Asing

Jumat 14 Nov 2014 20:51 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Terumbu karang Bunaken

Terumbu karang Bunaken

Foto: ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Taman Nasional Laut Bunaken merupakan ikon parawisata Sulawesi Utara (Sulut) namun dinilai wisatawan asing kurang terjaga kebersihannya, sehingga mempengaruhi minat wisatawan berkunjung ke kawasan itu.

Penilaian wisatawan asing itu disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sulut, Sanny Parengkuan dalam rapat koordinasi bersih-bersih Bunaken, sebagaimana dikutip Kabag Humas Setda Provinsi Sulut, Jahja Rondonuwu, di Manado, Jumat (14/11).

Rapat koordinasi itu dihadiri Sekretaris Kota Manado Haefrey Sendoh, Kepala Badan Lingkungan Hidup Sulut Edwin Silangen, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulut Joy Korah, Kepala Biro SDA Setda Sulut DR Jemmy Kumendong dan pejabat terkait di Lingkungan Pemprov Sulut dan Kepala DPTNB.

Asisten Parengkuan mengatakan harus diupayakan menjaga dan melestarikan keindahan alam, terutama kebersihan di taman nasional Bunaken dan sekitarnya.

Hal ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang sangat memperhatikan dan peduli dengan kebersihan dan kelestarian Bunaken.

Diharapkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintahan, swasta badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah serta segenap lapisan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan taman laut tersebut dan sekitarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Manado, H. Haefrey Sendoh melaporkan berbagai kebijakan telah dilaksanakan Pemkot Manado untuk menjaga kebersihan serta kelestarian Taman laut Bunaken.

Sendoh mengharapkan agar pemerintah daerah di sekitar Manado mengajak masyarakatnya agar tidak membuang sampah sembarangan di laut maupun sungai karena akan berpengaruh terhadap pantai di sekitar Bunaken.

Dalam rapat koordinasi tersebut disepakati bersama bahwa kegiatan bersih-bersih Taman Nasional Bunaken akan dilakukan rutin setiap minggu dengan melibatkan seluruh stake holder dan akan diawali pada hari Jumat, 21 November 2014 dengan penanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulut.

Akan dilaksanakan Rapat Teknis Pelaksanaan sebelum pelaksanaan kegiatan dan selain Pemprov dan Pemkot juga diharapkan hadir dari POLDA, Korem, Mega Mall, Mantos, LSM, PLN dan lain-lain juga akan dilakukan pembagian lokasi dan tanggung jawab masing-masing.

Diharapkan masyarakat lebih menyadari lagi untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi di membuang sampah disungai yang semuanya bermuara di Laut dalam hal ini di Teluk Manado lokasi Taman Nasional Bunaken, mengingat saat ini adalah musim hujan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Konflik Lahan di Jambi

Jumat , 15 Feb 2019, 21:07 WIB