Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Menyelam di Bunaken, Makan Mujaer Bakar di Danau Tondano (3 -Habis)

Rabu 14 Nov 2012 22:20 WIB

Rep: Asep Nurzaman/ Red: Karta Raharja Ucu

Snorkeling di Taman Laut Bunaken sambil bercengkrama dengan ikan-ikan cantik.

Snorkeling di Taman Laut Bunaken sambil bercengkrama dengan ikan-ikan cantik.

Foto: REPUBLIKA/Asep Nurzaman

REPUBLIKA.CO.ID, TONDANO -- Rasa lapar menyergap lambung usai menyelam di perairan dangkal Taman Laut Pantai Bunaken, Manado, Sulawesi Utara. Seporsi nasi kuning yang dibungkus unik dengan daun woka, tak cukup untuk meredam senandung tembang keroncongan di dalam lambung.

Matahari sudah hampir di atas ubun-ubun. Udara terasa sangat panas. Guide kami mengajak segera menyeberang kembali ke Kota Manado.

"Dari Manado kita teruskan untuk makan ikan mujair di Danau Tondano," kata Sherly, sang Guide. Kami girang mendengarnya.

Antara Bunaken dan Tondano secara geografis sangat berseberangan. Bunaken berada di seberang lautan arah barat Kota Manado dengan waktu tempuh 45 menit dengan speedboat. Sedangkan Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, sekitar 45 kilometer atau waktu tempuh 1,5 sampai dua jam perjalan ke arah selatan Kota Manado.

Lamanya waktu tempuh untuk jarak 'sedekat' itu ke Tondano, karena harus melalui jalanan yang tidak begitu lebar. Aspalnya sih mulus, tapi medan jalannya --terutama di daerah Kabupaten Tomohon-- menanjak, berkelok-kelok, dan tidak begitu lebar. Jalur itu hampir serupa jalur ke arah Lembang, Bandung.

Setelah melalui jalan yang membuat kepala pening dan perut makin lapar, barulah kami sampai pada daratan luas yang pada salah satu sisinya terdapat empang raksasa bernama Danau Tondano. Di tengah matahari terik, pemandangannya cukup menyejukkan mata.

Di salah satu tepian danau terbesar di Sulawesi Utara (4.278 hektare) itu, kami menemukan salah satu rumah makan dengan menu ikan goreng dan bakar khas Danau Mindanau. Di antaranya mujair seukuran ikan nila dewasa, serta ikan nike (seukuran teri) bumbu kuning dan yang dibuat perkedel.

Makan makin sedap dan lahap ketika ditambah sayur daut paku dan sambal dabu-dabu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA