Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Menguak Kunci Bahagia Pasangan Menikah

Sabtu 16 Feb 2019 11:29 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ani Nursalikah

Pasangan berbahagia

Pasangan berbahagia

Foto: ist
Menjaga kelanggengan hubungan ternyata tidak memerlukan tambahan waktu bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Pasangan yang sudah menikah disibukkan dengan banyak hal. Mengasuh anak, rutinitas pekerjaan, dan berbagai desakan finansial berpotensi membuat keduanya sulit meluangkan waktu berkualitas bersama pasangan.

Baca Juga

Lewat buku Time to Parent, penulis Julie Morgenstern membagikan cara agar pasangan sekaligus orang tua dapat efektif mengatur waktunya. Buku disusun berdasarkan survei, wawancara, dan diskusi terfokus bersama lebih dari 100 pasangan.

Setelah melakukan berbagai bentuk riset itu, Morgenstern mengungkap para pasangan paling solid melakukan hal serupa, yaitu tetap terhubung. Dia menyebut kondisi tetap terhubung yang singkat tapi konstan itu dengan istilah 'lem harian'.

"Pasangan bahagia yang saya wawancarai rata-rata terhubung tiga sampai lima kali sehari. Bisa dengam panggilan telepon singkat lima atau 10 menit, saling mengirim teks, atau mengobrol langsung," ujar Morgenstern.

Menjaga kelanggengan hubungan ternyata tidak memerlukan tambahan waktu bersama, bahkan tambahan pengeluaran. Membina perekat harian sudah cukup untuk memperkuat koneksi antarpasangan dan membangun perasaan saling memiliki.

Perempuan yang berdomisili di New York, Amerika Serikat itu mengatakan, praktik tersebut memang terkesan sederhana tapi sangat membantu. Pasangan bisa saling mengetahui apakah kekasihnya mengalami hari yang baik atau hari yang buruk.

Misalnya, apakah pertemuan di kantor berjalan dengan baik atau tidak atau kondisi si buah hati. Pentingnya saling memberi kabar berlaku untuk pasangan menikah yang sudah atau belum memiliki anak karena efeknya tidak jauh berbeda.

Pembagian tugas rumah tangga dan tugas kepengasuhan juga bisa dilakukan secara daring, baik lewat pesan ponsel maupun surel. Menurut riset Morgenstern, pasangan bisa memanfaatkannya untuk berbagi tanggung jawab di antara waktu yang sedikit.

Dengan begitu, akan ada lebih banyak waktu luang untuk berdua. Pasangan dapat minum kopi bersama atau menonton acara televisi bersama. Bisa juga hanya duduk dan mengobrol tentang topik yang tidak terkait dengan pekerjaan atau anak-anak.

"Anda berdua tetap dekat, saling mendapat informasi, dan tetap terhubung dalam berbagai situasi, entah itu kegembiraan, kesedihan, atau rasa frustrasi," ujarnya, dikutip dari laman Good Housekeeping, Sabtu (16/2).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA