Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kebiasaan Sepele yang Bisa Memboroskan Energi

Ahad 10 Des 2017 13:19 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Yudha Manggala P Putra

Makanan yang disimpan di kulkas.

Makanan yang disimpan di kulkas.

Foto: Flickr

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menghemat energi seperti menggunakan air dan listrik seperlunya dapat menekan biaya tagihan dan menjaga kelestarian lingkungan. Sayangnya, masih banyak orang tanpa sadar melakukan hal sepele berikut yang memboroskan energi.

Muatan tidak penuh

Mesin pencuci piring, mesin cuci, dan pengering pakaian sebaiknya digunakan dengan muatan penuh agar pemakaiannya efisien. Atur jadwal mencuci agar tidak terjadi pemborosan listrik untuk mencuci sedikit piring atau beberapa helai pakaian saja.

Boros memakai AC

Menyalakan pemanas dan/atau AC di ruangan yang tidak sering digunakan adalah pemborosan. Jika kamar tersebut memang harus menggunakan pemanas atau AC, atur temperatur paling minimal agar lebih menghemat energi listrik yang digunakan.

Menyimpan makanan panas di kulkas

Menyimpan makanan panas di kulkas atau freezer membuat perangkat rumah tangga tersebut bekerja lebih keras dan menghabiskan lebih banyak energi. Tidak menutup lemari pendingin dengan rapat juga menyebabkan efek yang sama.

Membiarkan keran terbuka

Membiarkan keran terbuka satu menit hingga meluber sama saja dengan membiarkan sembilan liter air terbuang percuma. Dampaknya akan terasa, termasuk bagi yang menggunakan listrik untuk mengalirkan air (jet pump). Jangan menyepelekan hal ini karena banyak orang di pelosok dunia yang masih mengalami kekurangan air bersih.

Salah memilih penerangan

Tidak mengganti lampu pijar atau lampu neon dengan LED dapat menyebabkan penambahan akumulasi tagihan listrik menjadi tak terkendali. Selain lebih hemat karena menekan biaya listrik, memakai lampu LED jauh lebih ramah lingkungan dengan masa pakai lebih lama.

Tidak mematikan lampu

Lupa mematikan lampu saat keluar rumah atau ketika ruangan tidak digunakan termasuk pemborosan energi. Padahal, komitmen hemat energi amat mudah dilakukan, sesederhana mematikan beberapa lampu yang tak diperlukan saat siang hari, dikutip dari laman Which.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA