Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Menjadi Ibu Baru, Jangan Pernah Abaikan Hal Ini

Ahad 15 Feb 2015 11:23 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Ibu baru melahirkan/ilustrasi

Ibu baru melahirkan/ilustrasi

Foto: frontpagemag.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjadi orangtua adalah pekerjaan yang paling berat, sekaligus yang paling dicintai. Merawat bayi yang baru lahir pasti banyak halangannya dan Ibu baru kadang membuat beberapa kesalahan.

Inilah beberapa kesalahan yang harus dihindari Ibu baru saat sedang merawat anaknya seperti dikutip dari www.parentsindonesia.com.

Percaya semua yang didengar
Pada minggu-minggu pertama setelah bayi lahir, Anda akan menerima banyak nasihat dari dokter, bidan, orangtua, kakak ipar, teman, dan tetangga seputar cara merawat bayi. Namun semua yang Anda dengar belum tentu benar. "Satu-satunya yang perlu Anda dengar adalah insting sebagai Ibu," kata Alvin Rosenfeld, MD psikiater anak dan penulis buku Hyper-Parenting. "Jika Anda mengikuti semua nasihat orang lain, kreativitas Anda sebagai orangtua tidak akan muncul," lanjutnya.

Berharap ada waktu untuk diri sendiri
Jika Anda berencana cuti kerja, jangan harap waktu Anda di rumah bersama bayi adalah liburan. Justru sebaliknya Anda akan disibukkan dengan bos kecil yang banyak menuntut dan tidak memberi Anda banyak waktu istirahat. Lupakan kegiatan seperti berkumpul dengan teman lama, memasak makan malam untuk suami, dan berselancar di internet karena hal tersebut kecil kemungkinannya dilaksanakan.

Mengabaikan pasangan
Setelah seharian memberi makan, mengajak bermain, menenangkan, dan mengganti popok bayi, Anda mungkin merasa pasangan bisa mengurus dirinya sendiri. Jangan berpikir seperti itu. Suami tetap membutuhkan Anda untuk melayani beberapa keperluannya. "Transisi dari dua orang yang berbahagia menjadi orangtua yang merawat anak adalah tantangan terbesar dalam kehidupan pernikahan," kata konsultan pernikahan John Friel.

Menempatkan diri yang terakhir
"Membuat waktu untuk diri sendiri setelah merawat bayi merupakan kebutuhan," kata Elizabeth Silk, psikoterapis dari New York. Cobalah mencari waktu untuk sekadar berbicara dengan teman di telepon atau pergi ke supermarket. Anda tidak boleh hanya fokus membuat bayi sehat, sementara kesehatan Anda tidak terjaga.

Tidak berbagi pekerjaan
Mengurus anak adalah pekerjaan berdua. Sebaiknya jangan halangi pasangan Anda merawat anak dan biarkan dia menjalin ikatan dengan si kecil. Jika perlu ajarkan pasangan memandikan, mengganti popok, dan mengajak berjalan-jalan. Merawat bayi adalah perkerjaan yang terlalu besar untuk dilakukan sendiri.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA