Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Hati-Hati, Jangan Sembarangan Menggelitik Bayi

Senin 17 Jun 2019 07:16 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Membuat bayi tertawa.

Membuat bayi tertawa.

Foto: corbis
Menggelitik bayi secara sembarangan bisa membahayakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyayangi bayi dan anak-anak dengan cara menggelitiknya sepintas tak berdampak kepada masalah apapun. Anak-anak pun terlihat "menikmati" karena tertawa terbahak-bahak.

Namun, siapa sangka banyak teori yang mengatakan menggelitik bisa menjadi sangat berbahaya bagi anak-anak. Dilansir di Times of India, Sabtu (15/6), menggelitik dapat menjadi hal yang membahayakan karena bayi yang tak berdaya tak bisa memberi tahu apakah dia suka atau tidak atas perlakuan kepadanya.

Bahkan, jika mereka tak suka digelitik sama sekali, mereka juga tak akan bisa mengetahuinya. Ketika bayi merasa terengah-engah pun, bukan berarti mereka menikmati gelitik. Hal inilah yang membuat gelitik bisa menjadi perlakuan yang kejam. 

Itulah sebabnya mengapa menggelitik tak boleh sembarangan, paling tidak sampai anak-anak bisa memberi tahu apa yang mereka rasakan ketika digelitik. Terkadang, respons terhadap gelitik yang otomatis keluar, seperti bersin, menjadi sebuah tanda, anak-anak tak selalu menikmatinya.

Kebanyakan orang dewasa pun tidak suka digelitik dan mereka bisa sangat vokal untuk menentang perlakuan itu. Hal demikian juga mengindikasikan bahwa anak-anak juga sebenarnya tak suka digelitik.

Gelitik yang tidak diinginkan juga dapat dilihat sebagai bentuk dominasi karena memperkuat gagasan pada bayi bahwa orang dewasa dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan pada tubuh mereka. Perjuangan untuk mendapatkan kendali atas tubuh mereka sendiri dapat meninggalkan mereka dengan kenangan buruk yang mungkin bertahan seumur hidup.

Secara historis, menggelitik digunakan sebagai cara untuk menyiksa orang, karena menyebabkan rasa sakit. Di Cina, selama Dinasti Han, penyiksaan dengan cara menggelitik sangat terkenal digunakan sebagai cara untuk menghukum para pelanggar.

Gelitik dipilih sebagai hukuman karena dapat menyebabkan banyak rasa sakit tanpa meninggalkan bekas yang terlihat pada tubuh.

Jadi, bila Anda memiliki bayi, sebaiknya jangan menggelitiknya. Ketika anak beranjak besar, Anda harus yakin apakah dia suka digelitik atau tidak.

Jika mereka berkata berhenti menggelitik, maka Anda harus berhenti menggelitiknya.  Selain itu, ketika menggelitik, Anda juga harus memperhatikan sinyal, seperti kehabisan napas atau terengah-engah. Bila telah ada sinyal, maka segeralah berhenti.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA