Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Kapan Bayi Tersenyum untuk Pertama Kalinya?

Senin 15 Apr 2019 12:08 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari

Bayi tersenyum.

Bayi tersenyum.

Foto: Pixabay
Bayi mengembangkan senyum sosialnya saat ia mulai mengenali ibunya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak ada yang lebih bahagia ketika orang tua bisa melihat bayi mereka tersenyum untuk pertama kalinya. Untuk bisa membuat bayi tersenyum, sering kali orang tua mencoba setiap gerakan tangan agar bayi tersenyum.

Baca Juga

Tetapi tahukah Anda bahwa bayi bisa tersenyum tanpa sengaja?

Dokter anak dr Charu Kalra mengatakan bahwa senyuman bayi itu hanya kelenturan otot. Bahkan bayi sudah bisa tersenyum ketika dalam kandungan, dan itu adalah senyuman yang tidak disengaja.

"Orang tua sering menemukan bahwa bayi mereka yang baru lahir, yang bahkan belum berusia dua hari, tersenyum dalam tidurnya. Tapi itu hanya kelenturan otot dan bukan senyuman sungguhan seperti yang biasa kita pahami," kata dr Karla seperti dikutip dari Indian Express, Senin (15/4).

Menurut dia, seorang bayi akan mengembangkan senyum sosial (atau apa yang biasanya kita definisikan sebagai senyum) ketika ia mulai mengenali ibu atau merespons gerakan tertentu. Untuk bayi perempuan, senyuman ini bisa terjadi setelah empat hingga lima pekan dan bisa sampai 2,5 bulan setelah bayi lahir.

Sedangkan bayi laki-laki butuh sedikit lebih lama untuk tersenyum. Beda dua hingga tiga pekan dengan bayi perempuan.

Dr Karla menjelaskan, senyuman bayi adalah salah satu tanda pertama perkembangannya. Yang perlu diwaspadai oleh orang tua adalah jika bayi tidak mulai tersenyum pada usia tiga bulan.

"Jadi, jika bayinya tidak tersenyum, ini bisa menjadi penanda adanya beberapa kelainan genetik seperti Down Syndrome atau cerebral palsy, yang nantinya akan berkembang pada bayi. Ini juga bisa menjadi tanda autisme, jika dia tidak secara khusus melihat sesuatu atau merespons suara dan tidak tersenyum," kata dia.

Untuk itu dr Karla menyarankan agar ibu terus mencoba melakukan interaksi dengan bayi, selalu dekat dan memberi respon dengan melakukan gerakan tangan. Selain itu, ibu juga disarankan memberi air susu ibu (ASI) secara eksklusif untuk mempercepat perkembangan bayi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA