Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Thursday, 14 Rajab 1440 / 21 March 2019

Studi Temukan Gawai tak Kurangi Waktu Keluarga

Rabu 13 Mar 2019 10:48 WIB

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari

Anak bermain gadget  (ilustrasi).

Anak bermain gadget (ilustrasi).

Foto: Republika/Prayogi
Keluarga di era gawai masih menghargai aspek kunci kehidupan keluarga tradisional.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Peningkatan jumlah perangkat seluler kecepatan tinggi di dunia membuat orang mengasumsikan penggunaan gawai seperti tablet dan ponsel pintar akan berdampak negatif pada kualitas waktu yang dihabiskan antara anak-anak dan orang tua. Studi baru yang dilakukan peneliti di Univesitas Oxford dan Warwick telah menemukan perangkat seluler tidak mengurangi jumlah waktu bersama untuk keluarga.

Baca Juga

Menurut temuan penelitian, yang diterbitkan dalam Journal of Marriage and Family, anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di rumah dengan orang tua merea daripada ketika tahun 2000. Namun, jumlah waktu yang dihabiskan anak dan orang tua bersama untuk melakukan kegiatan bersama seperti makan atau menonton televisi sebagian besar tetap tidak berubah.

Seperti dilansir dari Independent, Rabu (13/3), untuk penelitian ini tim menilai data yang dikumpulkan dari survei penggunaan waktu rumah tangga pada 2000 dan 2015. Mereka menganalisis sampel 5 ribu buku harian yang ditulis oleh 2.500 anak-anak berusia antara delapan dan 16 tahun, serta orang tua mereka.

Menurut penelitian, keluarga menghabiskan rata-rata 30 menit lebih banyak bersama-sama per hari di lokasi yang sama pada 2015 daripada yang mereka lakukan pada 2000, dengan rata-rata keseluruhan waktu keluarga meningkat dari 347 menit menjadi 379 menit. Pada 2015, anak-anak menghabiskan rata-rata 136 menit sehari di rumah ‘berduaan’ dengan orang tua, serta 87 menit sehari berpartisipasi dalam kegiatan bersama dengan kerabat mereka.

‘Berduaan’ seperti yang dijelaskan para peneliti adalah ketika anak-anak di rumah bersama orang tua mereka tetapi mengatakan mereka sendirian. Selain itu, para peneliti mencatat jumlah waktu yang dihabiskan orang tua dan anak-anak dalam melakukan kegiatan bersama hanya sedikit berubah selama 15 tahun terakhir, meningkat tiga menit.

Dr Killian Mullan dari departemen sosiologi di Universitas Oxford mengatakan analisis telah menemukan ruang keluarga secara keseluruhan telah diperluas. Tetapi ini adalah waktu bersama-sama.

“Ketika anak-anak dan orang tua berada di lokasi sama, tetapi anak-anak melaporkan mereka sendirian,” ujar Dr. Mullan. “Mengingat peningkatan besar waktu sendirian-bersama ini, mungkin meyakinkan kami juga tidak menemukan penurunan dalam jumlah waktu yang dihabiskan keluarga dalam kegiatan bersama antara 2000 dan 2015,” katanya lagi.

Ini menunjukkan, Dr. Mullan menambahkan, orang tua masih menghargai aspek-aspek kunci dari kehidupan keluarga tradisional. Seperti makan bersama keluarga, hobi bersama, dan berusaha memprioritaskan mereka, meskipun menghadapi tekanan dari perubahan teknologi.

Dr Stella Chatzitheochari, dari departemen sosiologi di Universitas Warwick, menjelaskan penelitian menunjukkan bagaimana penggunaan perangkat digital telah menjadi bagian dalam kehidupan keluarga. “Perlu dicatat penggunaan perangkat seluler dapat melengkapi kegiatan keluarga dan membantu anak-anak juga remaja membangun dan menjaga persahabatan di luar rumah,” katanya.

Profesor sosiologi itu percaya diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengeksplorasi bagaimana kualitas interaksi antara anggota keluarga dipengaruhi oleh penggunaan perangkat seluler.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA