Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Mendongeng Bisa Dimulai Sejak Si Kecil di Kandungan

Kamis 13 Des 2018 09:35 WIB

Red: Ani Nursalikah

Sejumlah anak membaca buku-buku islami untuk anak di Perpustakaan Masjid Pusdai, Kota Bandung.

Sejumlah anak membaca buku-buku islami untuk anak di Perpustakaan Masjid Pusdai, Kota Bandung.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Pilihlah tipe buku sesuai usia anak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak usah menunggu lama untuk menceritakan kisah-kisah menarik pada anak. Mendongeng rupanya dapat dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak buah hati masih menjadi janin di dalam kandungan.

"Mulailah dari nol bulan, bahkan sejak trimester terakhir kehamilan di mana organ pendengaran janin sudah terbentuk sempurna," kata penerjemah buku Read Aloud Rossie Setiawan saat gelar wicara mengenai ikatan ibu dan anak, Rabu (12/12).

Pada trimester akhir kehamilan, janin sudah bisa mendengarkan suara ibu. Pada saat ini, ibu sudah mulai bisa membiasakan diri membaca buku cerita secara nyaring pada janin.

Beda usia, beda kebutuhan. Rossie menjelaskan tipe-tipe buku yang tepat untuk anak sesuai dengan usia masing-masing.

Pada tahap pertama usia nol-tiga tahun, anak-anak berada pada tahap pramembaca. Mereka seolah-olah sedang membaca, tapi yang 'dibaca' sebetulnya gambar-gambar. Buku yang tepat untuk anak usia ini adalah buku yang didominasi gambar.

Orang tua bisa memilih dari ragam varian buku yang ramah untuk bayi, misalnya buku yang bahannya dari kain atau buku bantal hingga buku yang terbuat dari plastik yang bisa dibacakan meski anak sedang mandi.

Ketika anak sudah mencapai usia tiga-enam tahun, kenalkan dengan buku gambar sederhana. Buku masih didominasi gambar, tapi dihiasi dengan sedikit kata-kata, biasanya satu kalimat.

Pada tahap ini, anak baru mulai membaca. Carilah buku dengan gambar yang mudah dipahami meski anak belum bisa mengerti apa kata-kata yang tertera. Pada anak usia enam-sembilan tahun yang sudah belajar membaca, berikan buku berisi kalimat-kalimat yang lebih panjang.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA