Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Ini Penyebab Pedofil Nekat Lakukan Kejahatan Seksual

Senin 28 Agu 2017 11:47 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Winda Destiana Putri

Ilustrasi Pedofil

Ilustrasi Pedofil

Foto: Foto : MgRol_92

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap orang tua pasti khawatir dengan pemberitaan mengenai pedofil yang kian marak akhir-akhir ini. Salah satu kuncinya harus memperkuat komunikasi orang tua dan anak. Karena pedofil sendiri sulit diidentifikasi, menurut Psikolog Seto Mulyadi.

"Kelihatannya seperti orang baik-baik, mereka cukup banyak, mereka tidak punya alat merangsang birahinya, salah satu caranya mereka membentuk jaringan, melalui media online secara internasional, mereka saling kirim. Kalau anak-anak dalam keadaan hanya memakai kaus singlet saja, bagi pedofil sudah merangsang sekali," jelasnya kepada Republika.co.id, Ahad (27/8).

Karena itu, ia menyarankan agar para orang tua tidak mengumbar foto anak. "Hati-hatilah, anak-anak yang lucu-lucu ini kelihatanya memang lucu, tapi buat pedofil, predator anak, ini justru santapan yang sangat baik, mengerikan. Jadi enggak usah posting foto anak, artinya sesuatu yang pribadi enggak usah disebar-sebarkanlah, jangan maksudnya sok pamer, sok bangga, tanpa sadar membahayakan anak," tambahnya.

Selain dari foto di media sosial, penyebab pedofil mau melakukan kekerasan seksual menurut pria yang akrab disapa Kak Seto ini, adalah adanya peluang. Dimana para pedofil melihat anak-anak dalam keadaan sendirian, yang bisa dibujuk rayu, didongengin, dikasih cokelat, boneka, atau apa saja. Nanti anak disayang, dipeluk, diraba-raba. "Maka kewaspadaan melalui media online maupun secara sehari-hari, secara offline sangat penting," ujarnya.

Selain orang tua, lingkungan terdekat juga patut dilibatkan. Orang tua juga buat anak dilindungi melalui lembaga-lembaga yang paling dekat dengan orang tua, rt, rw dan lainnya. Bukan kakek neneknya yang jauh. Kak Seto mengungkapkan empat tahun lalu, ia mencanangkan satgas perlingungan anak atau satgas sahabat anak, di rt, rw, lingkungan terdekat anak yaitu tetangga.

"Jadi rukun tetangga ya harus rukun, rukun warga, warga harus rukun dengan saling melindungi mengingatkan melaporkan," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA