Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Ayah Baru Rentan Mengalami Obesitas, Ini Cara Hindarinya

Rabu 19 Dec 2018 09:50 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Ilustrasi Ayah muda dan anak bayi

Ilustrasi Ayah muda dan anak bayi

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Kurangi kafein bisa mengurangi aktivitas otak sehingga memudahkan ayah untuk tidur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kurang tidur adalah kebiasaan yang umum dialami oleh seorang pria yang baru saja menjadi ayah. Dalam sehari bisa jadi ayah hanya tidur selama kurang dari enam jam. Meski terkesan hal yang wajar, kebiasaan ini ternyata bisa membuat ayah baru mengalami obesitas. 

Menurut penelitian, orang yang kurang tidur akan mengonsumsi 300 kalori lebih banyak dari pada mereka yang tidur dengan jam normal. Ratusan kalori itu cenderung berasal dari makanan berbasis gula dan lemak

Saat lelah, tubuh akan memproduksi hormon ghrelin yang meningkatkan rasa lapar. “Bagaimana kita tidur dapat mempengaruhi apa yang kita makan, dan sebaliknya. Kurang tidur merusak kemampuan tubuh kita untuk memetabolisme karbohidrat,” kata Brandon Marcello, PhD dilansir Men's Health.

Kerusakan ini bisa menyebabkan seseorang selalu lapar dan tubuh seolah merasa membutuhkan karbohidrat. Lebih lanjut, kurang tidur dalam jangka waktu lama bisa mengubah tingkat hormon dan mendukung penyimpanan lemak. 

Namun demikian, permasalahan obesitas itu bisa dihindari dengan melakukan beberapa cara berikut ini. 

Kurangi kafein

Walaupun diminum pada siang hari, efek kafein pada kopi masih bertahan hingga delapan jam. Sehingga banyak meminum kopi bisa membuat otak terus aktif atau terjaga bahkan saat sedang tidur sekalipun. 

Kurangi aktivitas bekerja

Ketika tubuh terlalu banyak bekerja, tubuh sulit untuk beristirahat dengan mudah. kurangi aktivitas fisik dan gantilah dengan kegiatan yang lebih ringan dan menghibur seperti membaca buku.

Kurangi kontak dengan teknologi

Mematikan perangkat teknologi seperti telepon selular, televisi, dan iPad satu atau dua jam sebelum tidur adalah cara baik untuk memulai tidur yang berkualitas. Cahaya yang dipancarkan dari perangkat teknologi tidak memungkinkan otak masuk ke tahap tidur yang mendalam. Tidur mendalam adalah tahapan tidur yang diperlukan untuk pemulihan.

Jangan buru-buru menyalakan perangkat teknologi

Ritual di pagi hari saat bangun tidur sama pentingnya dengan ritual menjelang tidur. Pada pagi hari, tunggu setidaknya 30 menit setelah bangun tidur lalu baru menyalakan perangkat teknologi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA