Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Rasa Ikan Tilapia Dipengaruhi oleh Cara Budi Dayanya

Selasa 18 Jun 2019 11:30 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Filet ikan tilapia

Filet ikan tilapia

Foto: Dok Regal Springs Indonesia
Bila dibudidayakan dengan baik, ikan tilapia akan memiliki kandungan protein tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikan tilapia merupakan ikan air tawar yang juga dikenal masyarakat luas sebagai ikan nila. Ikan ini ternyata memiliki beberapa keunggulan nilai gizi dibandingkan ikan lainnya bila dibudidayakan dengan cara yang tepat.

Ketika memilih ikan tilapia, akan lebih baik memilih ikan tilapia yang sudah terjamin cara pembudidayaannya. Sebagai contoh, budi daya ikan tilapia tersebut bebas dari antibiotik, tidak dibudidayakan di kolam yang sempit, dan mendapatkan pakan berkualitas baik.

Pakan yang berkualitas kurang baik akan tenggelam ke dasar tanah. Bila ikan tilapia memakan pakan bersamaan dengan tanah, maka rasa tanah akan muncul ketika ikan tilapia disantap. Selain itu, kualitas air juga menjadi salah satu faktor penting dalam membudidayakan ikan tilapia.

"Meskipun ikannya sama tapi budi dayanya beda, akan pengaruhi ke rasa," jelas ahli pangan dari Institut Pertanian Bogor Dr Ing Dase Hunaefi STP MFoodST dalam peluncuran rangkaian produk Naturally Better Tilapia dari Regal Springs Indonesia, di Jakarta.

Bila dibudidayakan dengan baik, ikan tilapia bisa memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan ikan-ikan pada umumnya. Bila ikan pada umumnya memiliki kandungan protein sekitar 20 persen dari angka kecukupan gizi, ikan tilapia bisa memiliki kandungan protein hingga 34 persen.

Sebagian orang, menurut Dase, cenderung antipati dengan ikan air tawar dan lebih memilih ikan laut karena rasio kandungan Omega 6 dan Imega 3 pada ikan air tawar dianggap tak seimbang. Ikan tilapia yang dibudidayakan dengan baik sebenarnya juga memiliki rasio kandungan Omega 6 dan Omega 3 yang berimbang.

"Ada sumber protein lain yang rasio Omega 6-nya lebih tinggi," kata Dase.

Lemak total yang terkandung dalam ikan tilapia yang dibudidayakan dengan baik juga sangat kecil. Oleh karenanya, ikan tilapia dapat dijadikan opsi pilihan bagi orang-orang yang ingin menjalankan gaya hidup sehat.

Kandungan vitamin D dalam ikan tilapia juga tinggi. Beberapa kandungan vitamin lain yang dapat ditemukan pada ikan tilapia adalah vitamin B12, niasin, vitamin B6, serta asam pantotenat.

Ditambah lagi, kandungan mineral dalam ikan tilapia juga cukup beragam. Beberapa di antaranya adalah selenium, fosfor, dan kalium.

"Salah satu manfaat mineral adalah untuk kesehatan tulang," ujar Dase.

Yang tak kalah penting, ikan tilapia memiliki asam amino esensial yang paling lengkap dibandingkan sumber protein lain. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.

Dase mengatakan ikan tilapia sebenarnya boleh dimasak dengan berbagai cara. Proses memasak seperti digoreng, dipepes, direbus ,hingga dipresto sebenarnya hanya mengubah protein struktur tersier. Struktur primernya tidak mengalami perubahan.

"Jadi jangan khawatir," kata Dase.

Indonesia memiliki ikan tilapia yang diakui sebagai ikan tilapia terbaik di dunia. Ikan tilapia terbaik didunia ini dibudidayakan secara alami oleh Regal Springs Indonesia di Danau Toba dan Danau Wonogiri.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA