Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sidat Dimasak Jadi Semur, Kenapa tidak?

Kamis 06 Jun 2019 04:05 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Semur sidat

Semur sidat

Foto: Republika/Dwina Agustin
Sidat bisa menjadi alternatif olahan semur selain daging sapi dan daging ayam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Semur adalah makanan yang akrab di lidah orang Indonesia. Selain menggunakan daging sapi dan ayam, ternyata olahan ini pun cocok dengan sidat. Mungkin nama sidat lebih dikenal ketika banyak menyebutnya belut. Meski secara bentuk, hewan ini lebih besar dan merupakan kelompok ikan yang memiliki tubuh berbentuk menyerupai ular.

Pendiri komunitas Masak Akhir Pekan, Reyza Ramadhan, menerangkan bagaimana memasak sidat menjadi semur. "Di Jepang daging ikan sidat sering kali dimasak menjadi unagi. Namun masyarakat Indonesia justru sangat jarang mengolah sidat sehingga peternak lebih sering mengekspor ke luar Indonesia," jelas Reyza saat ditemui beberapa waktu lalu.

Padahal, ikan sidat bisa diolah menjadi berbagai hidangan termasuk semur. Untuk mengolah sidat menjadi semur memang tidak bisa disamakan dengan memasak dengan bahan daging sapi atau ayam. Menurut Reyza, daging sidat sangat lembut dan mudah hancur.

"Warnanya memang cenderung gelap kalau merujuk pada masakan Eropa sana, mereka kan pakai kaldu daging, caramelized onion, memasak lama, dan tambah wine dan lain-lain," ujarnya.

Memasak sidat sebagai semur tidak harus pekat dengan kecap serta berkuah. Hidangan tersebut merujuk pada buku masak Mustika Rasa yang diterbitkan pada 1967. Dalam buku tersebut ditampilkan semur masakan daging dan sayuran yang diuapkan dengan mengadopsi resep semur ikan tambak.

Proses memasak ikan sidat menjadi hidangan semur dilakukan dengan pembakaran terlebih dahulu. Cara ini membuat tekstur daging yang kenyal tetap terjaga dan dimasukkan dalam olahan bumbu pada proses terakhir.

"Bumbunya sederhana banget dari buku itu. Cuma bawang putih, bawang merah, kemiri, dan cabai merah. Tapi coba kita tambahkan lada dan pala sedikit, ini ditumis dan tambahkan kecap dan garam," ujar salah satu anggota Parti Gastronomi ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA